Selasa, 20 Januari 2026

Menkes Ajukan Dana Rp 529 M untuk Rehabilitasi dan Hunian Tenaga Kesehatan

Menkes Ajukan Dana Rp 529 M untuk Rehabilitasi dan Hunian Tenaga Kesehatan
Menkes Ajukan Dana Rp 529 M untuk Rehabilitasi dan Hunian Tenaga Kesehatan

JAKARTA - Kebutuhan pemulihan pascabencana menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya bagi sektor kesehatan yang terdampak langsung. 

Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan yang harus segera kembali bekerja optimal demi pelayanan masyarakat. Karena itu, upaya percepatan rehabilitasi terus didorong agar pemulihan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai pemenuhan kebutuhan dasar tenaga kesehatan tidak bisa ditunda terlalu lama. Hunian yang layak menjadi faktor penting agar mereka dapat kembali menjalankan tugas dengan baik. Kondisi pascabencana di wilayah Sumatera mendorong perlunya langkah cepat dan terukur.

Baca Juga

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Dalam konteks tersebut, pemerintah mengajukan tambahan anggaran khusus untuk rehabilitasi. Fokus utama diarahkan pada pemulihan fasilitas dan tempat tinggal tenaga medis. Langkah ini diharapkan mempercepat stabilitas layanan kesehatan di daerah terdampak.

Usulan Tambahan Anggaran Rehabilitasi Pascabencana

Menteri Kesehatan mengajukan tambahan anggaran rehabilitasi pascabencana Sumatera sebesar Rp 529 miliar. Usulan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan sektor kesehatan yang terdampak cukup signifikan. Anggaran ini dinilai penting agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat segera terpenuhi.

Dalam penyampaiannya, Budi menjelaskan bahwa anggaran tersebut bersifat tambahan dan perlu segera disetujui. Ia menyebut dana rehabilitasi berada dalam skema terpusat penanganan bencana nasional. Kecepatan persetujuan menjadi kunci agar proses pemulihan tidak terhambat.

"Kita akan mengusulkan anggaran untuk rehabilitasi pasca bencana Sumatera sebesar Rp 529 miliar, ya. Anggaran ini nanti setahu saya di-centralized di BNPB," kata Budi. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga agar dana dapat segera digunakan.

Peran DPR dalam Mempercepat Persetujuan

Budi meminta dukungan Komisi IX DPR RI agar usulan tersebut dapat segera disetujui. Ia menilai komunikasi yang baik dengan legislatif akan mempercepat proses administrasi anggaran. Persetujuan cepat dinilai penting karena dana sebenarnya sudah tersedia.

"Tapi mohon kalau Bapak Ibu juga sempat berhubungan, karena ini anggaran tambahan, dan itu uangnya ada, kita mesti cepat-cepetan dapat gitu," ujar Budi. Menurutnya, kecepatan menjadi faktor utama dalam situasi pascabencana.

"Karena ini kan siapa yang duluan akan lebih aman," imbuhnya. Pernyataan tersebut menegaskan urgensi persetujuan agar rehabilitasi dapat segera dimulai. Semakin cepat proses berjalan, semakin cepat pula pemulihan dapat dirasakan.

Prioritas Pemulihan Sektor Kesehatan

Budi berharap sektor kesehatan menjadi prioritas utama dalam persetujuan anggaran tambahan. Menurutnya, tenaga kesehatan membutuhkan kepastian tempat tinggal agar dapat bekerja dengan fokus. Tanpa hunian yang layak, pelayanan kesehatan berisiko terganggu.

Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah bagi tenaga kesehatan menjadi salah satu fokus utama rehabilitasi. Dengan adanya hunian, tenaga medis dapat kembali tinggal di wilayah tugasnya. Hal ini akan mempercepat normalisasi pelayanan kesehatan masyarakat.

"Saya penginnya kesehatan dapat duluan sehingga semua tenaga Kesehatan tuh rumah-rumahnya bisa dibangun," kata Budi. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan layanan kesehatan sangat bergantung pada kesiapan tenaga medis.

Harapan Tenaga Kesehatan Kembali Bertugas

Menurut Budi, hunian yang layak akan membantu tenaga kesehatan kembali bekerja dengan tenang. Mereka tidak lagi terbebani oleh masalah tempat tinggal pascabencana. Kondisi ini akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah terdampak.

"Mereka bisa kembali, bisa tinggal lagi di sana," ujarnya. Ia berharap proses rehabilitasi selesai sebelum momen penting yang membutuhkan kesiapan layanan kesehatan. Kesiapan tersebut dinilai krusial bagi masyarakat.

"Terutama sebelum saat Lebaran atau puasa," lanjut Budi. Pernyataan ini menunjukkan harapan agar pemulihan berjalan tepat waktu. Dengan demikian, pelayanan kesehatan dapat optimal pada periode tersebut.

Dukungan Daerah Pemilihan Sumatera

Budi juga mengajak anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera untuk turut membantu. Ia menyebut Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai wilayah yang terdampak. Dukungan dari wakil rakyat daerah dinilai sangat strategis.

Ia berpendapat bahwa keterlibatan legislator akan mempercepat persetujuan anggaran. Selain itu, dukungan tersebut akan memberikan dampak langsung bagi tenaga kesehatan di daerah. Keberpihakan ini dinilai akan meninggalkan kesan positif.

"Karena ini pasti akan dikenang lah oleh teman-teman kita Tenaga Kesehatan yang ada di situ," jelas Budi. Ia menutup dengan harapan kolaborasi lintas pihak dapat segera terwujud. Pemulihan sektor kesehatan pun diharapkan berjalan lancar dan berkelanjutan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal