Selasa, 20 Januari 2026

Petani Badui Nikmati Dampak Positif Dari Panen Durian bagi Ekonomi Masyarakat

Petani Badui Nikmati Dampak Positif Dari Panen Durian bagi Ekonomi Masyarakat
Petani Badui Nikmati Dampak Positif Dari Panen Durian bagi Ekonomi Masyarakat

JAKARTA - Musim panen durian membawa dampak besar bagi kehidupan ekonomi masyarakat Badui. 

Aktivitas panen yang berlangsung serentak menciptakan perputaran uang dalam jumlah besar setiap harinya. Kondisi ini dirasakan langsung oleh petani adat di pedalaman Kabupaten Lebak.

Hasil panen durian tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal. Buah durian juga dipasarkan ke sejumlah daerah di luar kawasan Badui. Permintaan yang tinggi membuat nilai jual durian tetap stabil sepanjang musim panen.

Baca Juga

MeToo Catat Penjualan Pasta Gigi Pemutih Tembus 8 Juta

Perputaran uang dari hasil panen ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat adat. Keuntungan dirasakan oleh banyak pihak yang terlibat. Mulai dari petani hingga pedagang turut memperoleh manfaat ekonomi.

Pendapatan Harian Petani Mengalami Lonjakan

Sejumlah petani Badui mengaku pendapatan mereka meningkat signifikan selama musim panen. Dalam sehari, seorang petani mampu menjual ratusan buah durian. Harga jual yang stabil membuat hasil panen terasa semakin menguntungkan.

Asmui, petani Badui Luar di Kampung Kadu Ketug, menyebutkan hasil panen durian sangat membantu ekonomi keluarganya. Ia mampu menjual sekitar 500 buah durian per hari. Dengan harga Rp40 ribu per buah, pendapatan hariannya mencapai Rp20 juta.

Durian hasil panen tersebut dipasarkan di sekitar permukiman Badui. Sebagian lainnya dikirim ke luar daerah seperti Rangkasbitung, Bogor, dan Jakarta. Jalur distribusi ini membuat hasil panen terserap dengan baik.

Produksi Durian dari Puluhan Pohon

Sebagian besar petani Badui memiliki pohon durian sendiri. Asmui mengelola sekitar 20 pohon durian dengan produktivitas tinggi. Dari jumlah tersebut, ia mampu menghasilkan sekitar 6.000 buah durian per musim.

Rata-rata setiap pohon menghasilkan sekitar 300 buah. Jumlah tersebut menunjukkan potensi besar durian Badui. Selain panen sendiri, petani juga menampung durian dari warga lainnya.

Durian yang terkumpul kemudian dijual kepada pedagang pengecer. Sebagian lagi disalurkan kepada pengepul dari luar daerah. Skema ini mempercepat distribusi hasil panen.

Perputaran Uang Capai Ratusan Juta Rupiah

Perputaran uang dari panen durian dinilai sangat besar. Dalam perhitungan sederhana, seorang petani yang menjual 300 buah durian per hari memperoleh Rp12 juta. Jumlah tersebut meningkat seiring banyaknya petani yang terlibat.

Jika terdapat sekitar 50 petani aktif, perputaran uang harian bisa mencapai Rp600 juta. Nilai tersebut menunjukkan besarnya kontribusi sektor pertanian durian. Dampaknya terasa langsung pada perekonomian masyarakat adat.

Perputaran uang ini tidak hanya berhenti di petani. Aktivitas jual beli juga menghidupkan sektor lain. Pedagang, pengepul, dan tenaga kerja turut merasakan manfaatnya.

Manfaat Ekonomi Hingga Musim Panen Berakhir

Pulung, petani Badui lainnya, mengaku memiliki jumlah pohon yang sama. Dari 20 pohon durian, ia mampu menghasilkan sekitar 6.000 buah. Jika seluruh hasil panen dijual, pendapatan mencapai Rp240 juta per musim.

Seluruh hasil panen tersebut diserap oleh pedagang pengecer. Distribusi dilakukan baik di kawasan Badui maupun ke luar daerah. Pola ini memastikan tidak ada hasil panen yang terbuang.

Panen durian juga membuka lapangan pekerjaan musiman. Buruh pemetik dan buruh panggul ikut terlibat selama panen berlangsung. Kondisi ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Musim Panen Diperkirakan Berlangsung Hingga Maret

Tetua adat Badui menyebutkan musim panen durian masih akan berlangsung. Diperkirakan panen akan berlanjut hingga awal Maret. Hal ini memberi harapan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat adat.

Keberlanjutan panen durian menjadi faktor penting bagi stabilitas ekonomi lokal. Selama musim berlangsung, aktivitas ekonomi terus bergerak. Masyarakat adat pun dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih baik.

Panen durian menjadi bukti potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Dengan pengelolaan sederhana, hasil alam mampu meningkatkan kesejahteraan. Masyarakat Badui terus menjaga tradisi sambil menggerakkan roda ekonomi.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal