Perkuat Konektivitas, AirAsia Tambah Jaringan Penerbangan Domestik dan Internasional
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Indonesia AirAsia menyiapkan langkah ekspansi untuk memperkuat kinerja penerbangan pada 2026.
Strategi ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas perjalanan setelah periode libur panjang. Maskapai berfokus memperluas jaringan domestik dan internasional secara terukur.
Pertumbuhan jaringan penerbangan dipandang sebagai bagian dari pemulihan sektor transportasi udara. Permintaan perjalanan dinilai terus menunjukkan tren positif. Kondisi ini mendorong maskapai menambah rute dan frekuensi penerbangan.
Baca JugaMenhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
Langkah ekspansi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan konektivitas antarwilayah. Wilayah Indonesia bagian timur menjadi salah satu fokus utama. Konektivitas yang baik diharapkan mendorong pergerakan penumpang dan pariwisata.
Penambahan Rute Domestik dan Internasional
Sejumlah rute domestik baru direncanakan untuk menghubungkan kota-kota utama. Rute tersebut mencakup Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk. Pengoperasian rute ini ditujukan memperkuat jaringan di kawasan timur Indonesia.
Selain rute domestik, AirAsia juga memperluas penerbangan internasional. Rute Denpasar menuju Melbourne dan Da Nang direncanakan mulai beroperasi pada 2026. Ekspansi ini memperkuat posisi Bali sebagai pintu gerbang internasional.
“Dalam kesempatan ini, Indonesia AirAsia mengungkapkan rencana pengoperasian penerbangan untuk sejumlah rute domestik utama,” ujar Captain Achmad Sadikin Abdurachman. Ia menyebut rute tersebut menghubungkan beberapa kota strategis. Rute internasional juga menjadi bagian penting dari rencana tersebut.
Penguatan Jaringan Australia dan Virtual Hub
AirAsia juga memperkuat jaringan penerbangan menuju Australia. Frekuensi penerbangan ke Adelaide direncanakan meningkat menjadi layanan harian. Langkah ini sejalan dengan tingginya minat perjalanan dari dan ke Australia.
Selain penambahan frekuensi, maskapai merencanakan pembentukan virtual hub di Makassar. Sistem ini dirancang untuk memudahkan penumpang terhubung ke berbagai tujuan. Transit dilakukan secara praktis melalui satu bandara.
“Sejalan dengan pengembangan jaringan tersebut, Indonesia AirAsia juga berencana membentuk virtual hub di Makassar,” kata Achmad. Virtual hub ini diharapkan meningkatkan efisiensi perjalanan. Penumpang dapat menjangkau lebih banyak destinasi.
Fokus Konektivitas Indonesia Timur
Penguatan peran Makassar diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kawasan Indonesia bagian timur menjadi sasaran utama kebijakan ini. Konektivitas yang lebih baik dinilai penting bagi pertumbuhan ekonomi regional.
Selain Makassar, AirAsia juga menyiapkan dukungan armada tambahan. Tiga armada akan direaktivasi dan ditempatkan di Medan serta Surabaya. Armada ini mendukung penerbangan menuju berbagai destinasi internasional.
Langkah tersebut bertujuan memperluas jangkauan layanan maskapai. Akses menuju destinasi wisata di Sulawesi turut diperkuat. Kawasan Banggai menjadi salah satu wilayah yang didukung melalui pengembangan rute.
Kinerja Penumpang dan Dukungan Pariwisata
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia mengangkut 5,9 juta penumpang. Jumlah ini mencakup penerbangan domestik dan internasional. Operasional AirAsia Group di Indonesia secara keseluruhan melayani 9,3 juta penumpang.
Arus perjalanan tercatat relatif seimbang antara penumpang domestik dan mancanegara. Penumpang inbound berasal dari berbagai pasar utama. Malaysia, Australia, China, dan Singapura menjadi kontributor signifikan.
Pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, lebih dari 3.000 penerbangan dioperasikan. Kapasitas yang disediakan mencapai sekitar 550.000 kursi. Tingkat keterisian penumpang tercatat sebesar 85 persen.
Operasional tersebut mencakup 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik. Dari seluruh penerbangan, sekitar 70.000 wisatawan mancanegara diangkut ke Indonesia. Hal ini menunjukkan peran penting konektivitas udara.
Perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Selatan juga menunjukkan angka tinggi. Pada satu periode, jumlah perjalanan mencapai 3,29 juta. Tingkat penghunian hotel bintang berada di kisaran 53 persen.
Secara nasional, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,20 juta kunjungan. Australia menjadi salah satu pasar utama kunjungan tersebut. Wisatawan asal Vietnam juga mencatat peningkatan signifikan.
Konektivitas udara yang meningkat dinilai berpengaruh terhadap angka kunjungan. Rute-rute baru mendukung akses wisata regional. Bali dan Denpasar tetap menjadi simpul utama internasional.
Pengembangan jaringan penerbangan diarahkan mendukung pariwisata berkelanjutan. Akses ke destinasi di Sulawesi terus diperkuat. Konektivitas internasional menjadi pendorong pertumbuhan sektor perjalanan.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Membuat Teh Susu Nikmat dan Tetap Menyehatkan Tubuh
- Selasa, 20 Januari 2026
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Terpopuler
1.
Biaya Balik Nama Motor Bekas 2026 Termasuk Pajak Lengkap
- 20 Januari 2026
2.
DBS Hadirkan Kalkulator Pensiun Dorong Perencanaan Keuangan Dini
- 20 Januari 2026
3.
Bursa CFX Prediksi Industri Kripto Tetap Tumbuh Positif 2026
- 20 Januari 2026
4.
OJK Terbitkan Aturan Gugatan Demi Perlindungan Konsumen Keuangan
- 20 Januari 2026
5.
BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Namun Belum Nol
- 20 Januari 2026








