JAKARTA - Menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, geliat kuliner selalu terasa lebih hidup. Lapak-lapak takjil bermunculan di sudut jalan, halaman masjid, hingga depan rumah warga.
Di tengah beragam pilihan makanan ringan, kue basah tradisional tetap menjadi primadona yang tak tergantikan. Teksturnya yang lembut, rasa manis yang pas, serta aroma khas dari bahan-bahan alami membuat kue basah selalu dirindukan sebagai pembuka puasa.
Fenomena ini bukan sekadar soal selera, tetapi juga mencerminkan peluang usaha yang menjanjikan. Permintaan kue basah meningkat tajam selama Ramadan, menjadikannya ide bisnis musiman dengan perputaran modal cepat.
Baca JugaNikmati Bubur Mutiara Kenyal dan Bening dengan Beragam Kreasi Menarik
Tak heran jika banyak pelaku usaha rumahan mulai melirik camilan tradisional sebagai ladang rezeki, baik untuk tambahan penghasilan maupun sumber pendapatan utama.
Daya Tarik Kue Basah Saat Ramadan
Kue basah memiliki keunggulan yang sulit disaingi oleh jenis camilan lainnya. Selain harga yang relatif terjangkau, variasinya sangat beragam dan mudah diterima oleh semua kalangan usia. Dari jajanan berbahan ketan hingga kue berbasis santan, semuanya memiliki penggemar setia.
Saat puasa, tubuh membutuhkan asupan energi yang cepat namun tetap ringan dicerna. Kue basah dengan kandungan karbohidrat dan gula alami menjadi pilihan tepat untuk mengembalikan stamina setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Inilah alasan mengapa kue basah hampir selalu hadir di meja berbuka, baik di rumah maupun di acara berbagi takjil.
Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, kue basah juga sering dipesan dalam jumlah besar untuk acara buka bersama, kegiatan sosial, hingga paket takjil gratis. Kondisi ini membuka peluang pasar yang luas bagi pelaku usaha, terutama menjelang sore hari ketika permintaan memuncak.
Belajar dari Pengalaman Pelaku Usaha
Inspirasi berwirausaha bisa datang dari pengalaman nyata para pelaku kuliner. Salah satunya adalah Yesi Karnina Ratih, perempuan yang menekuni usaha kuliner sejak tahun 2018. Awalnya, ia hanya mencoba membuka usaha sampingan bernama “Ratih Cookies” di sela kesibukannya sebagai freelancer.
Bermodal promosi sederhana melalui Story WhatsApp, usaha tersebut perlahan berkembang. Tanpa disangka, pendapatannya justru melampaui gaji dari pekerjaan utamanya. Menurut Yesi, kue basah memiliki pasar yang luas dan stabil, terutama saat Ramadan.
“Kue basah favorit yang paling banyak dicari dari berbagai kalangan itu biasanya lumpia, klepon, pukis, kue lumpur, dan lain-lain,” ujar Yesi.
Ia menilai, momen Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memulai usaha makanan karena tingkat konsumsi masyarakat meningkat signifikan. Namun, Yesi juga menekankan pentingnya inovasi agar produk tidak terasa monoton.
“Sejauh ini, orderan kue basah tuh larisnya buat takjil. Kalau memang customernya bosenan, kita yang harus pintar-pintar putar otak biar gak monoton jualannya,” tutupnya.
Resep Kue Basah Favorit Sepanjang Masa
Beberapa jenis kue basah berikut ini terbukti selalu menjadi favorit dan memiliki potensi besar untuk dijadikan ide usaha takjil Ramadan.
Lumpia Basah
Bahan Utama:
Kulit lumpia siap pakai
Bengkuang potong korek api
Tauge
Telur
Gula merah
Tepung tapioka
Air
Bumbu Halus:
Bawang putih
Cabai rawit
Garam, merica, dan kaldu bubuk
Cara Membuat:
Rebus gula merah dengan air, masukkan larutan tapioka hingga mengental
Rebus bengkuang hingga lunak, tiriskan
Tumis bumbu, masukkan telur, bengkuang, dan tauge
Sajikan isian di atas kulit lumpia dengan saus gula
Klepon
Bahan Utama:
Tepung ketan
Tepung beras
Air pandan
Garam
Gula merah sisir
Bahan Baluran:
Kelapa parut
Garam
Daun pandan
Cara Membuat:
Kukus kelapa parut dengan garam dan pandan
Uleni tepung dengan air pandan hingga kalis
Isi adonan dengan gula merah, bulatkan
Rebus hingga mengapung dan gulingkan ke kelapa
Kue Basah sebagai Ide Usaha Takjil
Pukis
Bahan Utama:
Tepung terigu
Gula pasir
Telur
Santan
Ragi instan
Margarin
Vanili
Cara Membuat:
Kocok telur dan gula hingga mengembang
Masukkan tepung dan santan bergantian
Tambahkan ragi dan margarin
Diamkan hingga mengembang, lalu panggang
Kue Lumpur
Bahan Utama:
Kentang kukus halus
Tepung terigu
Gula pasir
Santan
Telur
Margarin
Vanili
Cara Membuat:
Campur kentang dengan telur dan gula
Masukkan tepung dan santan bertahap
Tambahkan margarin, aduk rata
Panggang dalam cetakan hingga matang
Bika Ambon
Bahan Utama dan Biang:
Tepung tapioka dan terigu
Gula pasir
Telur
Ragi instan
Santan berbumbu
Cara Membuat:
Campur semua bahan hingga halus
Diamkan sampai adonan berbuih
Panggang dengan api kecil hingga bersarang
Dengan pengelolaan yang tepat, kue basah tidak hanya menjadi hidangan berbuka yang menggugah selera, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan selama Ramadan.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Membuat Teh Susu Nikmat dan Tetap Menyehatkan Tubuh
- Selasa, 20 Januari 2026
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Terpopuler
1.
Biaya Balik Nama Motor Bekas 2026 Termasuk Pajak Lengkap
- 20 Januari 2026
2.
DBS Hadirkan Kalkulator Pensiun Dorong Perencanaan Keuangan Dini
- 20 Januari 2026
3.
Bursa CFX Prediksi Industri Kripto Tetap Tumbuh Positif 2026
- 20 Januari 2026
4.
OJK Terbitkan Aturan Gugatan Demi Perlindungan Konsumen Keuangan
- 20 Januari 2026
5.
BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Namun Belum Nol
- 20 Januari 2026








