Selasa, 20 Januari 2026

Biaya Trip Sakura Jepang Tahun 2026 Diprediksi Turun

Biaya Trip Sakura Jepang Tahun 2026 Diprediksi Turun
Biaya Trip Sakura Jepang Tahun 2026 Diprediksi Turun

JAKARTA - Liburan musim semi ke Jepang selama ini identik dengan biaya tinggi, terutama saat bunga sakura bermekaran. Namun, situasi berbeda diprediksi terjadi pada tahun 2026. 

Para pelaku industri perjalanan melaporkan adanya penurunan harga signifikan untuk berbagai komponen perjalanan ke Jepang, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, hingga paket tur. Kondisi ini membuka peluang bagi wisatawan yang selama ini menunda rencana menikmati musim sakura karena faktor biaya.

Bagi calon pelancong, tahun 2026 disebut sebagai momen yang lebih bersahabat secara finansial dibandingkan tahun sebelumnya. Harga perjalanan dilaporkan turun sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan 2025. 

Baca Juga

Nikmati Bubur Mutiara Kenyal dan Bening dengan Beragam Kreasi Menarik

Penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik yang secara tidak langsung menguntungkan wisatawan internasional.

Harga Perjalanan Lebih Ramah Wisatawan

Pendiri perusahaan perjalanan Tourist Japan, Ben Julius, mengungkapkan bahwa penurunan harga paling terasa di kota-kota yang selama ini menjadi favorit wisatawan, seperti Kyoto dan Osaka. Kota-kota tersebut biasanya mengalami lonjakan harga saat musim sakura, tetapi pada 2026 justru menunjukkan tren sebaliknya.

Menurut Ben Julius, harga yang lebih rendah ini diperkirakan akan bertahan hingga periode puncak musim sakura pada Maret dan April. Artinya, wisatawan yang berkunjung di masa ramai sekalipun tetap berpeluang mendapatkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu.

Penurunan harga ini tidak hanya terjadi pada satu sektor. Tiket pesawat, hotel, hingga paket tur mengalami koreksi harga secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat total biaya perjalanan menjadi jauh lebih terjangkau, terutama bagi wisatawan yang mengandalkan paket perjalanan lengkap.

Faktor Ekonomi Dan Ketersediaan Akomodasi

Ada beberapa faktor utama yang mendorong turunnya biaya liburan ke Jepang. Faktor pertama adalah nilai tukar mata uang yen yang masih berada di level rendah.

 Per 19 Januari 2026, nilai tukar yen berada di kisaran 122,56 yen per dolar Amerika Serikat. Situasi ini memberikan daya beli yang lebih besar bagi wisatawan asing, termasuk dari Indonesia.

Faktor kedua adalah ketersediaan kamar hotel yang relatif melimpah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak hotel populer di Jepang masih memiliki ketersediaan kamar, bahkan menjelang musim ramai. Kondisi ini membuat persaingan harga semakin ketat, sehingga tarif menginap menjadi lebih kompetitif.

Kombinasi nilai tukar yang menguntungkan dan pasokan kamar yang mencukupi membuat pelaku industri pariwisata menyesuaikan harga agar tetap menarik minat wisatawan. 

Bagi calon pelancong, situasi ini menjadi kesempatan langka untuk menikmati Jepang di musim sakura tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar biasanya.

Dampak Penurunan Turis China

Melansir Straits Times, faktor ketiga yang turut berperan besar adalah menurunnya jumlah wisatawan asal China. Hubungan diplomatik yang memanas antara Tokyo dan Beijing terkait isu Taiwan membuat China memangkas jadwal penerbangan ke Jepang hingga Maret mendatang. Akibatnya, jumlah turis dari China mengalami penurunan signifikan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada industri pariwisata Jepang, mengingat wisatawan China selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar kunjungan wisata. Berkurangnya permintaan dari pasar ini membuat harga perjalanan dan akomodasi menjadi lebih longgar dan fleksibel.

Sebagai gambaran, paket tur selama 16 hari pada puncak musim sakura yang ditawarkan Tourist Japan pada 2025 dibanderol US$4.850 atau sekitar Rp76 juta. 

Untuk periode Maret 2026, paket dengan fasilitas yang sama persis turun menjadi US$3.783 atau sekitar Rp59 juta. Penurunan ini setara dengan sekitar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Prediksi Mekarnya Sakura Dan Destinasi Alternatif

Berdasarkan data Japan Meteorological Corporation per 8 Januari, suhu udara yang lebih hangat diperkirakan akan membuat bunga sakura mekar lebih awal di beberapa wilayah Jepang. Di Tokyo, sakura diprediksi mulai mekar pada 20 Maret, sementara di Osaka diperkirakan mulai mekar pada 24 Maret.

Di sisi lain, tren perjalanan juga menunjukkan pergeseran minat wisatawan. Manager Rakuten Travel Singapura, Jasmine Seah, mencatat bahwa wisatawan kini mulai melirik destinasi alternatif untuk menghindari kepadatan di jalur utama Tokyo, Kyoto, dan Osaka.

Beberapa daerah mengalami lonjakan pemesanan signifikan pada 2026. Okinawa, misalnya, mencatat peningkatan permintaan hingga 500 persen karena musim sakura di wilayah ini lebih awal, yakni pada Januari hingga Februari. Sementara itu, Hokkaido mengalami peningkatan pemesanan sekitar 200 persen, dengan musim sakura yang lebih lambat pada April hingga Mei.

Selain itu, Yamanashi, Fukuoka, dan Kumamoto mulai muncul sebagai destinasi favorit baru untuk menikmati sakura di Jepang. Wilayah-wilayah ini diminati untuk periode kunjungan Mei hingga Juni, ketika suasana lebih tenang dan harga cenderung stabil.

Dengan kombinasi harga yang lebih rendah, jadwal mekarnya sakura yang beragam, serta banyaknya pilihan destinasi alternatif, musim sakura Jepang 2026 dinilai memberikan peluang terbaik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan bunga tanpa tekanan biaya tinggi.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal