Selasa, 20 Januari 2026

Industri Gelas Kaca dan Keramik Minta Pasokan Energi Stabil

Industri Gelas Kaca dan Keramik Minta Pasokan Energi Stabil
Industri Gelas Kaca dan Keramik Minta Pasokan Energi Stabil

JAKARTA - Gangguan pasokan energi kembali menjadi sorotan pelaku industri manufaktur nasional. 

Di tengah upaya pemulihan dan ekspansi usaha pada awal 2026, industri gelas kaca hingga keramik menilai kepastian pasokan gas menjadi faktor krusial untuk menjaga kelangsungan produksi sekaligus mempertahankan daya saing di pasar domestik dan global. 

Kondisi ini mendorong asosiasi industri meminta pemerintah memperkuat implementasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) agar operasional pabrik tidak terganggu.

Baca Juga

MeToo Catat Penjualan Pasta Gigi Pemutih Tembus 8 Juta

Ketidakstabilan suplai gas dinilai tidak hanya berdampak pada produksi harian, tetapi juga memengaruhi rencana investasi, utilisasi kapasitas, hingga daya serap tenaga kerja. 

Industri menegaskan bahwa tanpa pasokan energi yang berkelanjutan, berbagai target pertumbuhan yang telah dipasang untuk 2026 berisiko meleset.

Gangguan Pasokan Gas Tekan Operasional Industri

Ketua Umum Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI), Henry Sutanto, mengungkapkan bahwa kawasan industri di Jawa Timur mengalami gangguan pasokan gas sejak awal 2026. 

Kondisi tersebut langsung memengaruhi kinerja operasional anggota asosiasi yang sangat bergantung pada gas bumi sebagai sumber energi utama.

“Dari 17–21 Januari 2026 tidak ada kuota sama sekali. Lalu 22 Januari hingga 1 Februari kuota hanya 46 persen. Ini sangat mengganggu operasi pabrik,” kata Henry.

Menurut Henry, industri gelas kaca membutuhkan suplai gas yang stabil dan berkelanjutan karena proses produksinya berjalan kontinu. Ketika pasokan terhenti atau berkurang drastis, risiko kerusakan peralatan hingga pemborosan biaya produksi menjadi tidak terhindarkan. Situasi tersebut juga membuat pelaku industri kesulitan menjaga konsistensi kualitas produk.

Industri Keramik Hadapi Risiko Daya Saing

Kondisi serupa juga dirasakan industri keramik. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto, menilai gangguan pasokan gas berpotensi menghambat momentum pemulihan industri keramik nasional pada 2026. Padahal, sektor ini tengah menargetkan utilisasi produksi sebesar 80 persen dan ekspansi kapasitas yang cukup agresif.

Menurut Edy, ketidakpastian pasokan energi dapat melemahkan daya saing industri dalam negeri sekaligus membuka ruang lebih besar bagi produk impor. Jika kondisi tersebut berlangsung lama, target pemulihan industri dikhawatirkan sulit tercapai.

ASAKI sendiri menyiapkan rencana investasi baru senilai Rp5 triliun pada 2026 untuk meningkatkan kapasitas produksi dan membuka lapangan kerja. 

Dari sisi kapasitas, industri keramik nasional diproyeksikan terus tumbuh. Pada 2026, kapasitas terpasang diperkirakan mencapai 672 juta meter persegi per tahun, meningkat menjadi 701 juta meter persegi per tahun pada 2027, dan menyentuh 720 juta meter persegi per tahun pada 2029.

Namun, kuota gas yang diterima pelaku usaha masih berada jauh di bawah kebutuhan normal. Bahkan pada hari-hari tertentu, pasokan tidak tersedia sama sekali. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya utilisasi pabrik, meningkatnya biaya produksi, serta melemahnya posisi industri nasional di pasar.

Realisasi HGBT Dinilai Belum Optimal

Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan, menegaskan bahwa rendahnya realisasi kuota Harga Gas Bumi Tertentu berpotensi menghambat pertumbuhan industri secara signifikan. 

Ia menyoroti dua persoalan yang terus berulang, yakni kuota gas yang tidak sesuai alokasi serta pemberitahuan yang kerap dilakukan secara mendadak.

Ketidakpastian tersebut, menurut Yustinus, menyulitkan industri dalam menyusun perencanaan produksi dan pengelolaan biaya. Padahal, pemerintah telah memutuskan tujuh kelompok industri tetap mendapatkan subsidi gas industri melalui program HGBT.

Program HGBT sendiri bertujuan memberikan harga gas murah di bawah 6,5 hingga 7 dolar AS per MMBTU. Adapun tujuh sektor penerima program ini meliputi industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca, dan sarung tangan karet. Industri berharap kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten agar manfaatnya benar-benar dirasakan di lapangan.

Tantangan dan Prospek Industri Nasional

Di tengah berbagai tantangan, ASAKI tetap optimistis industri keramik nasional akan mengalami rebound signifikan pada 2026. Edy Suyanto menilai optimisme tersebut didorong oleh kombinasi kebijakan pemerintah yang pro-industri, peningkatan kapasitas produksi, serta prospek pertumbuhan konsumsi domestik yang masih besar.

“Target ini realistis dengan catatan dukungan kebijakan pemerintah tetap konsisten dan persoalan struktural industri segera diselesaikan,” ujar Edy Suyanto.

Sejumlah kebijakan strategis seperti penerapan Bea Masuk Antidumping dan safeguard keramik, pemberlakuan SNI wajib, program pembangunan tiga juta rumah, insentif PPN Ditanggung Pemerintah sektor properti, penurunan suku bunga perbankan, serta program FLPP diyakini mampu mendongkrak permintaan keramik domestik.

Meski demikian, industri juga menghadapi tantangan lain, mulai dari krisis pasokan gas industri, lonjakan impor keramik dari sejumlah negara, hingga persoalan bahan baku tanah liat akibat pencabutan izin tambang di beberapa daerah. 

Tingkat konsumsi keramik per kapita Indonesia yang masih relatif rendah juga menjadi catatan tersendiri, meski di sisi lain menunjukkan ruang ekspansi yang besar.

Pelaku industri berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret untuk menjamin pasokan energi yang stabil dan terjangkau. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, industri gelas kaca dan keramik optimistis dapat menjaga daya saing, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal