JAKARTA - Susu kedelai semakin mendapat tempat sebagai pilihan minuman harian, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat berbasis nabati.
Minuman ini tidak hanya menjadi alternatif bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi, tetapi juga menawarkan beragam manfaat kesehatan yang didukung oleh kandungan gizinya.
Terbuat dari biji kedelai, susu kedelai kerap diperkaya dengan kalsium serta vitamin A, B12, dan D, sehingga mendukung kebutuhan nutrisi harian.
Baca Juga
Secara alami, susu kedelai juga mengandung magnesium, folat, dan vitamin B6. Menurut Julieanna Hever, RDN, pakar diet berbasis nabati, susu kedelai mengandung asam lemak esensial omega-3, flavonoid, serta senyawa bioaktif lain yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Kandungan tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan membantu tubuh melawan peradangan kronis.
Selain itu, susu kedelai menjadi solusi ideal bagi individu dengan alergi susu sapi atau intoleransi laktosa, yakni kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa.
Namun, karena kandungan kalori dan gula tambahan dapat berbeda antar merek, konsumen disarankan selalu memeriksa label kemasan sebelum membeli.
Kandungan Gizi Dalam Susu Kedelai
Nilai gizi susu kedelai menjadikannya minuman nabati yang cukup lengkap. Melansir Everyday Health pada Senin (19/1/2026), dalam satu cangkir susu kedelai tanpa pemanis terkandung protein sekitar 8,7 gram yang setara dengan susu sapi. Kandungan lemaknya mencapai 5 gram dengan karbohidrat yang relatif rendah.
Susu kedelai juga mengandung kalsium sekitar 246 mg yang penting untuk kesehatan tulang, serta kalium 386 mg yang mendukung fungsi otot dan jantung. Zat besi, natrium, vitamin D, dan vitamin A melengkapi profil nutrisinya. Kombinasi ini menjadikan susu kedelai tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung berbagai fungsi vital tubuh.
Peran Isoflavon Dan Senyawa Aktif
Salah satu keunggulan utama susu kedelai terletak pada kandungan isoflavon, senyawa fitoestrogen yang memiliki struktur mirip hormon estrogen. Isoflavon berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, isoflavon juga diketahui memiliki efek kardioprotektif dan berpotensi mendukung kesehatan tulang.
Genistein, salah satu jenis isoflavon dalam kedelai, memiliki sifat anti-inflamasi. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai dapat membantu menurunkan penanda peradangan dalam tubuh, seperti protein C-reaktif. Inilah yang membuat susu kedelai sering direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat jangka panjang.
Manfaat Susu Kedelai Bagi Tubuh
Berdasarkan berbagai penelitian, konsumsi susu kedelai secara rutin memberikan sejumlah manfaat penting bagi kesehatan. Berikut empat manfaat utama susu kedelai:
1. Menurunkan Risiko Kanker Payudara
Meta-analisis menunjukkan bahwa isoflavon dalam kedelai dapat membantu menurunkan risiko kekambuhan kanker payudara. Efek ini terutama terlihat pada penyintas kanker payudara pascamenopause yang mengonsumsi sekitar 60 mg kedelai per hari sebagai bagian dari pola makan seimbang.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Isoflavon dalam susu kedelai berperan membantu menurunkan tekanan darah serta kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Meski efektivitas langsungnya masih terus diteliti, berbagai studi menunjukkan konsumsi kedelai berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.
3. Melindungi Dari Osteoporosis
Isoflavon membantu menghambat proses resorpsi tulang, yaitu pemecahan jaringan tulang yang berlebihan. Manfaat ini sangat penting bagi wanita menjelang atau setelah menopause, ketika risiko penurunan kepadatan tulang meningkat secara signifikan.
4. Memberikan Efek Anti-Inflamasi
Kandungan genistein dalam susu kedelai diketahui mampu menekan respons peradangan dalam tubuh. Konsumsi rutin dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan inflamasi, termasuk gangguan metabolik dan kardiovaskular.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Konsumsi
Meski memiliki banyak manfaat, susu kedelai tidak cocok untuk semua orang. Individu dengan alergi kedelai sebaiknya menghindari konsumsi minuman ini karena dapat memicu reaksi alergi serius.
Selain itu, bagi penderita hipotiroidisme yang mengonsumsi obat pengganti hormon tiroid, disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi susu kedelai.
Produk kedelai diketahui dapat memengaruhi penyerapan obat tiroid. Oleh karena itu, dianjurkan memberi jeda minimal satu jam setelah minum obat sebelum mengonsumsi susu kedelai. Dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing, manfaat susu kedelai dapat diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan efek samping.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Membuat Teh Susu Nikmat dan Tetap Menyehatkan Tubuh
- Selasa, 20 Januari 2026
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Terpopuler
1.
Biaya Balik Nama Motor Bekas 2026 Termasuk Pajak Lengkap
- 20 Januari 2026
2.
DBS Hadirkan Kalkulator Pensiun Dorong Perencanaan Keuangan Dini
- 20 Januari 2026
3.
Bursa CFX Prediksi Industri Kripto Tetap Tumbuh Positif 2026
- 20 Januari 2026
4.
OJK Terbitkan Aturan Gugatan Demi Perlindungan Konsumen Keuangan
- 20 Januari 2026
5.
BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Namun Belum Nol
- 20 Januari 2026








