Festival Nanas Dorong Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Festival Nanas yang digelar di Pekanbaru bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan menjadi ruang dialog antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan transmigrasi.
Dari kegiatan inilah, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan kembali komitmen pemerintah menjadikan nanas sebagai komoditas unggulan berbasis kawasan transmigrasi.
Upaya ini dinilai strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi petani lokal.
Baca Juga
Diselenggarakan di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Festival Nanas menjadi sarana menyerap aspirasi petani secara langsung.
Melalui forum ini, berbagai persoalan yang dihadapi petani nanas, mulai dari kepastian lahan hingga penguatan nilai tambah produk, disampaikan terbuka kepada pemerintah pusat.
Aspirasi Petani Mengemuka di Festival Nanas
Momentum Festival Nanas dimanfaatkan oleh petani asal Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sendo Naminrova, untuk menyampaikan persoalan utama yang dihadapi petani di wilayahnya.
Ia menjelaskan bahwa lahan nanas seluas 108 hektare yang berada di desanya sebagian besar masih berstatus milik pihak lain, sehingga belum memberikan kepastian jangka panjang bagi petani penggarap.
“Pak, di Desa Rimbo Panjang ini ada lahan seluas 108 Ha untuk budidaya nanas. Namun lahan yang saya garap itu bukan milik pribadi, tetapi milik orang lain yang bersedia memberikan pemanfaatannya kepada saya,” ujar Sendo dalam pertemuan di BPPMT Pekanbaru pada 17 Januari 2026.
Pria berusia 61 tahun itu juga menggambarkan potensi ekonomi nanas yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat. Di desanya terdapat 38 petani nanas yang menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut. Dari satu hektare lahan, produksi nanas bisa mencapai 19.000 buah dengan harga jual sekitar Rp6.000 per buah.
“Dari menanam nanas inilah kami bisa menyekolahkan anak-anak,” ujarnya.
Reforma Agraria Melalui Transmigrasi Lokal
Menanggapi keluhan tersebut, Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa salah satu amanat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Transmigrasi adalah menjalankan reforma agraria melalui program transmigrasi karya nusa atau transmigrasi lokal.
Program ini diharapkan mampu memberikan akses lahan yang lebih adil sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Tanah yang diberikan bukan sekadar lahan namun juga sebagai sumber ekonomi untuk meningkatkan pendapatan rakyat,” ujar Viva Yoga.
Ia menambahkan bahwa masyarakat yang belum memiliki lahan dapat mengikuti program transmigrasi sebagai solusi untuk memperoleh kepastian usaha tani.
Dengan demikian, sektor pertanian di kawasan transmigrasi tidak hanya berkembang secara produksi, tetapi juga memberikan jaminan kesejahteraan bagi pengelolanya.
Viva Yoga menilai nanas sangat potensial untuk dikembangkan dalam skema tersebut karena memiliki daya adaptasi tinggi dan permintaan pasar yang stabil.
Penguatan komoditas ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kawasan transmigrasi sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Kampar sebagai Sentra Nanas Unggulan
Kabupaten Kampar mendapat perhatian khusus karena dinilai sebagai salah satu sentra nanas terbesar di Riau. Viva Yoga mengapresiasi keberadaan tiga desa utama penghasil nanas, yakni Rimbo Panjang, Pagaruyung, dan Kualu Nenas, yang memiliki ribuan hektare lahan produktif. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk pengembangan nanas sebagai komoditas unggulan kawasan transmigrasi.
Untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, BPPMT Pekanbaru menggelar Festival Nanas dengan tema Pengembangan Komoditas Nanas sebagai Produk Unggulan di Kawasan Transmigrasi.
Dalam kegiatan ini, berbagai olahan berbahan dasar nanas dipamerkan, mulai dari sirup, dodol, keripik, hingga jajanan tradisional. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah nanas sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.
Sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan, Kementerian Transmigrasi juga merencanakan pembangunan rumah produksi nanas.
“Sebagai bukti dari keseriusan program ini, hari ini pula kita resmikan Pusat Edukasi Nanas Moris,” ujar Viva Yoga.
Pusat edukasi tersebut menjadi sarana pembelajaran sekaligus inovasi bagi petani dan calon transmigran.
Penguatan Edukasi dan Produk Olahan Nanas
Pusat Edukasi Nanas Moris yang berada di area belakang BPPMT Pekanbaru diharapkan menjadi tempat pelatihan bagi calon transmigran sebelum ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi. Viva Yoga menyebut, melalui pendekatan edukasi ini, pengembangan nanas dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Mereka akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi sehingga komoditas nanas akan tumbuh di mana-mana,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan nanas tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat secara luas. “Pengembangan nanas secara menyeluruh akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam pengembangan ekonomi masyarakat,” tambah mantan Presidium MN KAHMI itu.
Sementara itu, Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir menilai nanas memiliki keunggulan adaptif karena dapat ditanam di berbagai kondisi lahan, termasuk lahan tandus, gambut, maupun tanah kurang subur. “Sebagai produk unggulan maka nanas kita jadikan maskot BPPMT Pekanbaru,” tegasnya.
Menurut petani, varietas nanas moris memiliki keunggulan tersendiri karena rasanya manis, harum, tahan hama, dan mampu bertahan hingga satu minggu pascapanen. Karakteristik ini menjadikan nanas moris semakin potensial dikembangkan sebagai komoditas unggulan berbasis kawasan transmigrasi.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Membuat Teh Susu Nikmat dan Tetap Menyehatkan Tubuh
- Selasa, 20 Januari 2026
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Terpopuler
1.
Biaya Balik Nama Motor Bekas 2026 Termasuk Pajak Lengkap
- 20 Januari 2026
2.
DBS Hadirkan Kalkulator Pensiun Dorong Perencanaan Keuangan Dini
- 20 Januari 2026
3.
Bursa CFX Prediksi Industri Kripto Tetap Tumbuh Positif 2026
- 20 Januari 2026
4.
OJK Terbitkan Aturan Gugatan Demi Perlindungan Konsumen Keuangan
- 20 Januari 2026
5.
BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Namun Belum Nol
- 20 Januari 2026








