Distribusi Gas LPG 3 Kg Bangka Dipastikan Aman Meski Sempat Tertahan Sementara
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Bangka dipastikan tetap aman dan terkendali.
Penyaluran dilakukan melalui pangkalan resmi guna menjaga distribusi berjalan merata. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga kebutuhan energi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus melakukan pengawasan terhadap pasokan LPG subsidi. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan distribusi berjalan sesuai rencana. Langkah ini diambil agar tidak terjadi gangguan berkepanjangan di tingkat konsumen.
Baca JugaPengembangan SPKLU Dorong PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Kaltara
Penyesuaian distribusi sempat dilakukan beberapa hari sebelumnya. Kondisi gelombang laut tinggi memengaruhi kelancaran pelayaran pengangkut LPG. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan tersebut.
Penyesuaian Distribusi Bersifat Situasional
Penyesuaian penyaluran LPG dilakukan secara situasional sesuai kondisi lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran dan kelancaran suplai energi. Distribusi tetap dijalankan dengan memperhatikan aspek keamanan.
Pemantauan pasokan dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Setiap perkembangan kondisi perairan menjadi dasar pengambilan keputusan distribusi. Dengan cara ini, penyaluran dapat kembali normal ketika situasi memungkinkan.
Koordinasi lintas pihak dilakukan selama masa penyesuaian berlangsung. Informasi kewaspadaan pelayaran menjadi acuan dalam pengaturan jadwal pengiriman. Langkah tersebut diambil agar proses distribusi tidak menimbulkan risiko tambahan.
Aktivitas Pelayaran Kembali Normal
Seiring membaiknya kondisi perairan, aktivitas pelayaran kembali berjalan normal. Kapal pengangkut LPG yang membawa skid tank telah berhasil sandar. Proses bongkar muat pun telah dilakukan sesuai prosedur.
Setelah sandar, LPG disalurkan terlebih dahulu ke fasilitas SPPBE. Proses lanjutan dilakukan sebelum LPG didistribusikan ke agen dan pangkalan. Tahapan ini memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.
Penyaluran dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah Bangka. Proses tersebut terus dimonitor untuk memastikan kelancaran distribusi. Dengan demikian, pasokan LPG 3 kilogram tetap tersedia bagi masyarakat.
Rencana Penyaluran dan Rincian Wilayah
Sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan, rencana penyaluran LPG 3 kilogram telah disiapkan. Penyaluran dilakukan di berbagai wilayah di Bangka. Setiap daerah mendapatkan alokasi sesuai kebutuhan.
Kabupaten Bangka Barat menerima penyaluran sebanyak 6.720 tabung. Kabupaten Bangka mendapatkan alokasi 13.440 tabung. Sementara Kabupaten Bangka Selatan disalurkan sebanyak 8.400 tabung.
Kabupaten Bangka Tengah memperoleh alokasi 8.400 tabung. Kota Pangkalpinang menerima penyaluran sebanyak 11.200 tabung. Seluruh penyaluran dilakukan melalui pangkalan resmi Pertamina.
Imbauan Pembelian di Pangkalan Resmi
Penyaluran melalui pangkalan resmi bertujuan menjaga ketersediaan dan harga sesuai HET. Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kilogram hanya di pangkalan resmi. Langkah ini untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Pembelian di pangkalan resmi juga membantu mencegah penyimpangan distribusi. Informasi lokasi pangkalan resmi tersedia bagi masyarakat. Dengan akses yang jelas, masyarakat dapat memperoleh LPG dengan mudah.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok LPG 3 kilogram dipastikan tersedia dan terus dimonitor. Panic buying dinilai dapat mengganggu pemerataan distribusi.
Pengawasan dan Respons Pemerintah Daerah
Bagi masyarakat yang tidak termasuk penerima subsidi, disarankan menggunakan LPG nonsubsidi. Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram tersedia di agen resmi. Pilihan ini membantu menjaga ketersediaan LPG subsidi.
Penggunaan LPG subsidi diharapkan dilakukan secara bijak dan sesuai peruntukan. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya. Pengawasan dilakukan untuk menjaga keadilan distribusi.
Sementara itu, pemerintah daerah berencana membentuk tim khusus. Tim ini bertugas mendalami dugaan kelangkaan LPG di Pulau Bangka. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada penimbunan atau penyalahgunaan.
Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait kondisi stok. Stok dinyatakan cukup, namun indikasi penyelewengan perlu ditelusuri. Pembentukan tim dinilai penting untuk mengetahui alur distribusi.
Di sisi lain, masyarakat sempat merasakan dampak keterlambatan pasokan. Beberapa warga mengaku hanya mendapatkan LPG dalam jumlah terbatas. Kondisi tersebut terjadi saat pasokan belum masuk ke wilayah mereka.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.








