14 Makanan Khas Gresik yang Unik, Ada Nasi Krawu dan Pudak!
- Rabu, 21 Januari 2026
Jakarta - Makanan khas Gresik menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang menjelajahi kota ini, terutama bagi para pecinta kuliner.
Wisata kuliner selalu menjadi pengalaman yang seru dan sayang untuk dilewatkan, termasuk ketika mengunjungi Kota Gresik.
Sejarah kota ini tercatat dalam buku The History of Java (1817), yang menyebutkan bahwa nama Gresik berasal dari kata giri gisik, yang berarti gunung di tepi pantai, menggambarkan letak geografis kabupaten yang berada di pesisir.
Baca Juga
Kota Gresik juga dikenal dengan festival kuliner yang unik, yaitu “Festival Badhogan dan Budaya Gresik”.
Dalam acara ini, pengunjung dapat mencicipi beragam sajian yang hanya bisa ditemui di kota ini, menjadikannya pengalaman kuliner yang tidak boleh dilewatkan.
Bagi siapa pun yang ingin menjelajahi kuliner lokal, menikmati makanan khas Gresik di festival ini adalah kegiatan yang wajib dicoba.
14 Makanan Khas Gresik
Berikut adalah beberapa makanan khas Gresik yang sebaiknya dicoba oleh siapa pun yang berkunjung ke kota ini.
1. Nasi Krawu
Nasi Krawu merupakan sajian tradisional yang hingga kini masih mudah ditemukan di Gresik, Jawa Timur.
Walaupun berkembang di Gresik, beberapa sumber menyebutkan bahwa hidangan ini berasal dari tradisi Madura, hal ini diperkuat oleh banyaknya pedagang Nasi Krawu yang berasal dari Madura.
Istilah “krawu” sendiri berasal dari kata krawukan, yang berarti diambil dengan jari tangan. Nasi ini biasanya disajikan di atas daun pisang dan diambil langsung dengan tangan, bukan menggunakan sendok atau garpu.
Hidangan ini terdiri dari nasi putih pulen dengan suwiran daging sapi yang dimasak pedas dengan minyak cukup banyak.
Agar lebih lengkap, sering ditambahkan semur babat atau semur ikan bandeng yang dicampur dengan tahu dan kentang.
2. Pudak
Pudak adalah kue tradisional Gresik yang terbuat dari tepung beras, gula pasir atau gula merah, dan santan kelapa, kemudian dikemas menggunakan pelepah daun pinang yang disebut ope.
Ada pula versi pudak yang menggunakan sagu sebagai bahan utama, dikenal sebagai pudak sagu.
Seiring waktu, varian pudak semakin beragam, misalnya pudak pandan yang berwarna hijau dan harum karena campuran sari daun pandan, atau daun suji sebagai pewarna alami pengganti.
Bentuk kemasan pudak unik, dibuat dengan melipat dan menjahit pelepah daun pinang sehingga membentuk ruang menyerupai gelas. Adonan yang dituangkan kemudian dikuncupkan dan dikukus.
Kue ini kaya kalori, mengenyangkan, dan bisa bertahan hingga tiga hari jika dijemur di udara terbuka.
Pada awalnya, kue ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pedagang Gresik yang sering bepergian jauh.
3. Sego Roomo
Sego Roomo berasal dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Beberapa orang menyebutnya Bubur Roomo karena teksturnya menyerupai bubur.
Konon, makanan ini muncul dari seorang wanita Desa Roomo yang mendapat petunjuk dari seorang wali untuk menjual hidangan khas desanya.
Sejak itu, masyarakat Roomo menjadikan Sego Roomo sebagai makanan yang dijual di luar desa. Hidangan ini disajikan di atas takir (wadah dari daun pisang) dengan sayur, kerupuk, dan bubur berwarna kuning yang disebut Roomo.
Di atasnya ditaburi koya, campuran parutan kelapa goreng dan sambal. Rasa hidangan ini merupakan perpaduan gurih, pedas, dan rempah yang khas.
4. Jubung
Jubung adalah jajanan mirip jenang yang terbuat dari ketan hitam dan diberi taburan wejan. Biasanya dibungkus menggunakan selongsong berwarna putih kecokelatan dari kulit pohon pinang.
Proses pembuatannya cukup panjang, memakan waktu sekitar 24 jam, dimulai dari merendam ketan, menggiling, memasak, hingga membungkus. Ketan direndam selama 12 jam, kemudian digiling hingga halus.
Parutan kelapa diambil sarinya dan dimasak hingga kental, lalu dicampur dengan tepung ketan dan tambahan telur untuk menambah cita rasa.
Proses memasak adonan membutuhkan waktu sekitar 6 jam dan harus terus diaduk agar tekstur benar-benar kental, biasanya dilakukan oleh kaum pria. Setelah kental, gula pasir ditambahkan, kemudian adonan dibungkus untuk dijual.
Ciri khas kemasan Jubung adalah penggunaan daun pinang muda yang dililit menyerupai gelas mini.
5. Otak-otak Bandeng
Otak-otak yang terbuat dari ikan bandeng termasuk salah satu kuliner wajib dicoba di Gresik. Salah satu yang terkenal adalah buatan Bu Muzanah, yang telah memulai usahanya sejak tahun 1969.
Dalam sehari, produksinya mencapai sekitar 150 ekor, dengan waktu pembuatan kurang lebih tiga jam. Ikan bandeng yang digunakan memiliki ukuran seragam, rata-rata seberat 4 ons, dan dipilih jenis yang tidak berbau tanah.
Otak-otak ini bisa bertahan hingga dua hari tanpa bahan pengawet, dan jika disimpan di lemari pendingin dapat bertahan antara lima hari hingga seminggu. Saat dijadikan oleh-oleh, disarankan memilih otak-otak yang sudah dingin agar lebih awet.
6. Sanggring (Kolak Ayam)
Sanggring, atau yang dikenal juga sebagai kolak ayam, merupakan hidangan unik khas Gresik. Meski namanya terdengar familiar, bentuk dan rasanya berbeda dengan kolak pada umumnya.
Hidangan ini dibuat dari daging ayam yang disuwir tipis dan disajikan dengan kuah manis mirip kaldu soto atau bakso. Proses pembuatannya biasanya dilakukan oleh pria yang telah berwudhu.
Konon, makanan ini awalnya dikembangkan sebagai obat oleh Sunan Dalem, putra Sunan Giri, ketika beliau sedang menderita sakit berkepanjangan.
7. Legen
Selain makanan, Gresik juga memiliki minuman khas bernama Legen. Minuman ini diperoleh dari cairan yang disadap dari ujung pohon siwalan, sejenis tanaman mirip kelapa yang hanya ditemukan di Gresik dan Tuban.
Legen memiliki rasa manis dan menyegarkan, terutama jika disajikan dingin. Buah siwalan sendiri berbentuk bulat menyerupai manggis namun lebih besar.
Setelah dikupas dari kulit luarnya dan lapisan ari, daging buahnya yang kenyal dan manis seperti kelapa muda dapat dinikmati.
8. Bonggolan
Bonggolan adalah hidangan yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun rasanya sangat lezat.
Makanan ini berbahan dasar ikan, memanfaatkan kelimpahan hasil laut di Gresik. Bentuknya kecil dan lonjong, menyerupai sosis atau otak-otak, dengan warna putih kekuningan hingga cokelat.
Bahan utamanya adalah daging ikan yang dicampur dengan tepung kanji atau aci, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang seperti lemper.
Biasanya, ikan tenggiri digunakan untuk memberi cita rasa gurih yang khas. Hidangan ini bisa dinikmati bersama sambal untuk menambah kenikmatan rasa.
9. Sego Karak
Sego Karak, yang juga dikenal sebagai nasi aking, merupakan hidangan unik dari Gresik. Nasi yang masih layak dikonsumsi dikeringkan terlebih dahulu lalu ditanak kembali agar bisa disantap.
Dahulu, cara ini digunakan untuk mengawetkan nasi karena ketersediaan beras yang layak konsumsi masih terbatas.
Sajian ini menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba. Sego Karak biasanya disajikan dengan berbagai pelengkap seperti ketan hitam, poya atau serundeng, parutan kelapa, serta gorengan, dan sering dijadikan menu sarapan.
10. Sego Menir
Sego Menir termasuk hidangan langka di Gresik karena hanya dijual oleh sedikit penjual. Kata “Sego” berarti nasi, sementara “Menir” merujuk pada beras kecil hasil pecahan padi yang telah dihaluskan.
Hidangan ini berupa nasi yang dicampur dengan sayuran berkuah bening mirip sayur bayam, ditambah pelengkap seperti rempeyek dan dadar jagung, menciptakan cita rasa khas yang sederhana namun menggugah selera.
11. Seafood Kerang Hijau
Bagi pecinta makanan laut, mencoba Seafood Kerang Hijau adalah pengalaman kuliner yang tidak boleh dilewatkan.
Hidangan ini mudah ditemukan di banyak restoran dan rumah makan yang menjadikannya menu andalan.
Namun, harganya cenderung lebih tinggi dibanding kuliner lain karena bahan baku kerang hijau yang segar dan kualitasnya yang baik.
12. Martabak Usus
Martabak Usus adalah pilihan tepat bagi penggemar martabak asin. Hidangan ini dibuat dari telur yang dicampur dengan usus ayam berbumbu pedas dan tambahan bihun, menghasilkan rasa yang khas dan menggugah selera.
Aroma martabak yang baru keluar dari penggorengan menambah daya tarik, membuat siapa pun ingin segera menyantapnya.
13. Ndog Bader
Ndog Bader terbuat dari telur ikan bader yang diolah bersama rempah pilihan, menghasilkan cita rasa unik dan lezat. Salah satu keunggulan hidangan ini adalah tidak berbau amis, sehingga tetap enak dinikmati oleh siapa saja.
14. Keropok Bandeng
Gresik dikenal sebagai salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Jawa Timur. Melimpahnya bandeng mendorong masyarakat setempat untuk mengolahnya menjadi berbagai sajian, salah satunya Keropok Bandeng. Kelezatan kerupuk ini semakin terasa saat dipadukan dengan sambal petis khas Gresik, memberikan sensasi rasa gurih yang lengkap.
Sebagai penutup, menikmati beragam makanan khas Gresik tentu menjadi pengalaman kuliner yang memuaskan, karena setiap menu menawarkan cita rasa dan keunikan tersendiri.
Selain mengenyangkan perut, mencicipi kuliner lokal juga bisa menjadi pengalaman seru saat berwisata, sekaligus bisa dijadikan oleh-oleh khas dari kota yang dikunjungi.
Jadi, saat berlibur ke Gresik, pastikan untuk mencoba satu per satu hidangan yang telah dijelaskan di atas agar pengalaman kulinermu semakin lengkap!
Enday Prasetyo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Perlindungan UMKM Ditingkatkan, Pemerintah Akan Atur Biaya Platform Digital
- Rabu, 21 Januari 2026
Transportasi Kereta Api Dominasi Distribusi Batu Bara Hingga 16,9 Juta Ton
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Kenaikan Pungutan Ekspor CPO Jadi Strategi Perkuat Program B40 dan Ekonomi
- Rabu, 21 Januari 2026
Perlindungan UMKM Ditingkatkan, Pemerintah Akan Atur Biaya Platform Digital
- Rabu, 21 Januari 2026
Infrastruktur Kereta Urban Surabaya Diperkuat Berkat Kolaborasi Indonesia dan Inggris
- Rabu, 21 Januari 2026
Transportasi Kereta Api Dominasi Distribusi Batu Bara Hingga 16,9 Juta Ton
- Rabu, 21 Januari 2026








.jpg)
