JAKARTA - ASUS, produsen teknologi ternama asal Taiwan, telah mengumumkan keputusan besar untuk mengakhiri perjalanan mereka di pasar smartphone global.
Perusahaan ini memilih untuk mengalihkan fokus mereka ke sektor PC dan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang dinilai memiliki potensi lebih besar di masa depan.
Langkah strategis ini diambil setelah melihat tren dan peluang pasar yang lebih menjanjikan di bidang infrastruktur AI dan komputasi.
Baca JugaPantai Ngobaran Jogja Tawarkan Keindahan Alam Mirip Suasana di Bali
Mengakhiri Era Smartphone dan Beralih ke Teknologi Komputasi dan AI
Keputusan ASUS untuk berhenti memproduksi ponsel pintar diumumkan langsung oleh Chairman ASUS, Jonney Shih, pada acara yang digelar di Taipei Nangang Exhibition Center pada 19 Januari 2026.
Dalam pernyataannya, Shih menegaskan bahwa ASUS tidak akan lagi meluncurkan perangkat ponsel baru ke pasaran.
Sebagai gantinya, perusahaan ini akan mengalihkan seluruh sumber daya dan riset pengembangan (R&D) ke bisnis PC komersial dan teknologi AI fisik.
Fokus baru ini mencakup pengembangan robotika dan kacamata pintar yang diharapkan dapat mendorong inovasi dalam ekosistem teknologi masa depan.
Keputusan ini juga mengindikasikan bahwa ASUS berkomitmen untuk memaksimalkan potensi sektor PC yang lebih stabil dan berkembang, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam teknologi canggih, seperti AI, yang semakin mendominasi pasar global.
Dengan berfokus pada pengembangan PC dan AI, ASUS berencana untuk menghadirkan produk dan solusi teknologi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar dan konsumen di masa mendatang.
Fokus Baru pada Infrastruktur AI dan Robotika
Dalam pengumumannya, ASUS menekankan bahwa sektor AI kini menjadi tulang punggung baru bagi perusahaan. Pada tahun 2025, bisnis server AI ASUS mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan, mencapai 100% lebih dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya menjadi tren sementara, tetapi juga potensi pasar jangka panjang yang sangat menjanjikan.
Dengan meningkatnya permintaan untuk infrastruktur AI di berbagai industri, ASUS memutuskan untuk mengalihkan sumber daya mereka ke area ini.
Selain server AI, ASUS juga berencana untuk mengembangkan teknologi seperti robotika dan kacamata pintar, yang merupakan bagian dari teknologi fisik AI.
Dengan langkah ini, ASUS ingin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi yang menggabungkan AI dengan perangkat keras.
Langkah strategis ini mencerminkan pemahaman mendalam ASUS terhadap kebutuhan masa depan yang akan semakin bergantung pada kecerdasan buatan.
Layanan Purna Jual Smartphone Tetap Berjalan
Meskipun menghentikan produksi ponsel, ASUS memastikan bahwa layanan purna jual untuk perangkat smartphone yang sudah beredar di pasar tetap berjalan dengan baik.
Pengguna yang sudah memiliki produk ponsel ASUS masih akan menerima pembaruan perangkat lunak, layanan servis, dan pemenuhan garansi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini menunjukkan komitmen ASUS untuk tetap mendukung pelanggan mereka meskipun mereka tidak lagi berpartisipasi dalam pasar smartphone.
Langkah ini juga memastikan bahwa pelanggan yang sudah berinvestasi dalam perangkat ASUS tidak akan dirugikan, dan tetap dapat menikmati dukungan yang mereka butuhkan untuk perangkat yang telah mereka beli sebelumnya.
Komitmen terhadap layanan purna jual ini diharapkan dapat menjaga loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
Keputusan Strategis Berbasis Kinerja Keuangan yang Solid
Langkah mundur ASUS dari pasar smartphone juga dipengaruhi oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini mencatatkan pendapatan sebesar 738,91 miliar dolar Taiwan atau setara dengan 23,4 miliar USD, dengan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 26% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan yang melonjak ini sebagian besar didorong oleh kinerja luar biasa di sektor server AI, yang bahkan melampaui target internal perusahaan.
Capaian ini semakin memperkuat keyakinan manajemen bahwa masa depan ASUS lebih terfokus pada pengembangan infrastruktur AI, daripada terus berkompetisi di pasar smartphone yang semakin jenuh dan membutuhkan biaya yang sangat besar.
Dengan pendapatan yang didorong oleh sektor AI, ASUS merasa lebih percaya diri untuk mengejar pasar komputasi dan teknologi canggih lainnya yang berpotensi lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Menanggapi Tantangan Pasar Smartphone yang Kompetitif
Keputusan ASUS untuk mundur dari pasar smartphone sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah mengalami penurunan dalam penjualan ponsel.
Pada 2025, ASUS hanya merilis dua model ponsel, yaitu ROG Phone 9 FE dan Zenfone 12 Ultra. Namun, kedua perangkat tersebut tidak mampu mencapai target penjualan yang signifikan di pasar global.
Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar smartphone semakin ketat dan biaya untuk mempertahankan eksistensi di dalamnya juga semakin tinggi.
Dengan semakin terbatasnya ruang bagi perusahaan untuk bersaing di pasar smartphone, ASUS akhirnya memutuskan untuk fokus pada sektor yang lebih menguntungkan dan memiliki peluang pertumbuhan lebih besar.
Keputusan ini juga mencerminkan tren global, di mana banyak perusahaan teknologi besar yang lebih memilih untuk berfokus pada pengembangan produk komputasi, server, serta solusi AI.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kenali Fakta Epilepsi yang Tidak Menular dan Cara Pertolongan Yang Tepat
- Rabu, 21 Januari 2026
Rasakan Kenikmatan Bakso Malang Hangat dengan Harga Bersahabat di Kantong
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Kenali Fakta Epilepsi yang Tidak Menular dan Cara Pertolongan Yang Tepat
- Rabu, 21 Januari 2026
Rasakan Kenikmatan Bakso Malang Hangat dengan Harga Bersahabat di Kantong
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
ASUS Hentikan Bisnis Smartphone dan Fokus pada AI serta PC
- 21 Januari 2026
3.
4.
Jus Jeruk Membantu Menjaga Kesehatan Jantung, Begini Caranya
- 21 Januari 2026
5.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026








