Kamis, 22 Januari 2026

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2025 dan 2026: Optimisme Pertumbuhan Tertinggi

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2025 dan 2026: Optimisme Pertumbuhan Tertinggi
Proyeksi Ekonomi Indonesia 2025 dan 2026: Optimisme Pertumbuhan Tertinggi

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, baru-baru ini memberikan prediksi optimis tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025. Dalam proyeksinya, ia memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh dalam kisaran 4,7% hingga 5,5%. 

Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal sebelumnya, yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan kondisi pasar domestik yang semakin membaik.

Perry menjelaskan bahwa proyeksi ini berlandaskan pada sejumlah faktor, termasuk membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah. Kinerja sejumlah sektor usaha yang menunjukkan tren positif juga memberikan gambaran optimistis tentang masa depan perekonomian Indonesia.

Baca Juga

UMKM Kabanjahe Berhasil Berkembang Berkat Pembiayaan KUR BRI

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%. Ini didorong oleh keyakinan yang semakin tinggi dari pelaku ekonomi serta kebijakan stimulus yang terus diimplementasikan," ungkap Perry.

Faktor Utama yang Menopang Proyeksi Positif

Salah satu faktor yang diyakini akan membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025 adalah peningkatan keyakinan pelaku ekonomi. Seiring dengan stabilnya situasi domestik dan membaiknya iklim investasi, optimisme dunia usaha terhadap perekonomian Indonesia semakin tumbuh. 

Banyak pelaku ekonomi yang mulai kembali menanamkan investasi, baik dalam sektor riil maupun sektor keuangan, yang berujung pada penguatan perekonomian secara keseluruhan.

Selain itu, stimulus fiskal dari pemerintah yang terus berlanjut juga menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan. Pemerintah Indonesia telah meningkatkan alokasi anggaran untuk berbagai sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, yang tentunya akan menciptakan efek multiplier bagi sektor-sektor lainnya.

Menurut Perry, faktor-faktor ini bersinergi dengan kebijakan Bank Indonesia yang tetap fokus pada stabilitas ekonomi makro dan mendukung sektor riil. Pemerintah dan Bank Indonesia, lanjut Perry, terus bekerjasama untuk mendorong penguatan ekonomi domestik.

Proyeksi Ekonomi Indonesia pada 2026

Tidak hanya pada 2025, Perry juga memberikan gambaran mengenai proyeksi ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Ia memperkirakan bahwa ekonomi nasional pada tahun tersebut akan tumbuh di kisaran 4,9% hingga 5,7%, didorong oleh kenaikan permintaan domestik serta investasi yang lebih tinggi. 

Pada 2026, permintaan dalam negeri, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun investasi, diperkirakan akan semakin meningkat, memberikan dorongan bagi sektor-sektor ekonomi lainnya.

Kondisi ini dapat terjadi seiring dengan keberlanjutan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan investasi, baik di sektor infrastruktur maupun sektor industri. Selain itu, sektor ekspor Indonesia yang semakin berdaya saing juga turut berperan dalam memperkuat ekonomi nasional di tahun 2026.

"Pada 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berada pada rentang 4,9% hingga 5,7%. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspansi investasi yang signifikan," tambah Perry dalam kesempatan yang sama.

Pentingnya Kebijakan Pemerintah dalam Menjaga Pertumbuhan

Meskipun proyeksi ekonomi Indonesia di tahun 2025 dan 2026 cukup positif, Perry Warjiyo mengingatkan bahwa efektivitas berbagai kebijakan pemerintah harus terus ditingkatkan. 

Salah satu fokus utama yang harus diperhatikan adalah pemulihan konsumsi rumah tangga serta penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal. Dengan mendorong konsumsi domestik yang lebih tinggi, perekonomian Indonesia dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Perry juga menekankan pentingnya program-program yang mampu meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian. Program-program tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, yang pada gilirannya akan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Dalam hal ini, kebijakan Bank Indonesia akan terus berfokus pada penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang akan bersinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah. Hal ini diharapkan dapat menciptakan perekonomian yang lebih resilient dan tahan terhadap berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan.

"Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan dengan fokus pada kebijakan moneter yang sinergis dengan kebijakan fiskal dan sektor riil, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan," kata Perry.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Penyesuaian MBG Saat Ramadan Berdasarkan Wilayah, Strategi Pemerintah Jaga Ketertiban

Penyesuaian MBG Saat Ramadan Berdasarkan Wilayah, Strategi Pemerintah Jaga Ketertiban

Menteri Arifah Tegaskan Direktorat PPA-PPO Jadi Ujung Tombak Penanganan Kasus Kekerasan

Menteri Arifah Tegaskan Direktorat PPA-PPO Jadi Ujung Tombak Penanganan Kasus Kekerasan

Langkah Gemilang Sabar Reza, Lolos ke Perempat Final Indonesia Masters 2026

Langkah Gemilang Sabar Reza, Lolos ke Perempat Final Indonesia Masters 2026

Tim Renang Indonesia Sukses Panen Emas dan Cetak Rekor Baru di ASEAN Para Games

Tim Renang Indonesia Sukses Panen Emas dan Cetak Rekor Baru di ASEAN Para Games

Hilman Tunjukkan Performa Spektakuler, Bawa Medali Emas Angkat Beban ke Tanah Air

Hilman Tunjukkan Performa Spektakuler, Bawa Medali Emas Angkat Beban ke Tanah Air