JAKARTA - Harga emas Antam hari ini mengalami penurunan setelah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah beberapa waktu lalu. Setelah mencapai level puncaknya pada harga Rp 2.805.000 per gram, harga emas Antam 24 karat kini turun sebesar Rp 15.000, menjadi Rp 2.790.000 per gram.
Penurunan ini terjadi setelah harga emas pada hari sebelumnya melonjak tajam hingga memecahkan rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat di Rp 2.772.000 per gram.
Berdasarkan data dari situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pada Kamis, 22 Januari 2026, harga emas dengan ukuran terkecil 0,5 gram kini dibanderol seharga Rp 1.445.000. Sementara itu, harga emas dalam ukuran 10 gram mencapai Rp 27.395.000, dan harga emas dengan ukuran terbesar yakni 1 kilogram (1.000 gram) tercatat seharga Rp 2.730.600.000.
Baca JugaProyeksi Ekonomi Indonesia 2025 dan 2026: Optimisme Pertumbuhan Tertinggi
Harga Emas Antam Dalam Sepekan Terakhir
Jika melihat perkembangan harga emas Antam dalam sepekan terakhir, fluktuasi harga terlihat cukup signifikan. Dalam periode tersebut, harga emas Antam bergerak dalam rentang Rp 2.669.000 hingga Rp 2.790.000 per gram. Angka-angka ini menggambarkan betapa volatilnya harga emas belakangan ini, seiring dengan pengaruh dari faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pasar logam mulia.
Namun, meskipun mengalami penurunan hari ini, harga emas tetap berada dalam level yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan tren beberapa bulan terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga emas Antam juga menunjukkan penguatan yang cukup berarti, bergerak dalam rentang Rp 2.502.000 hingga Rp 2.790.000 per gram, mencerminkan kecenderungan harga emas yang menguat.
Penyebab Turunnya Harga Emas Antam
Meski harga emas sempat memecahkan rekor tertinggi, penurunan yang terjadi hari ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pasar global. Seperti yang diketahui, harga emas sering kali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, suku bunga, serta ketidakpastian politik atau ekonomi di berbagai negara.
Dengan adanya perubahan kondisi pasar yang terjadi secara cepat, harga emas dapat bergerak naik atau turun sesuai dengan sentimen pasar. Faktor-faktor seperti inflasi, perubahan kebijakan moneter oleh bank sentral, dan fluktuasi mata uang juga turut memberikan dampak besar terhadap harga emas. Penurunan yang terjadi hari ini mungkin merupakan koreksi setelah lonjakan harga yang sangat tajam pada hari sebelumnya.
Harga Buyback Juga Mengalami Penurunan
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami penurunan. Harga buyback emas turun sebesar Rp 15.000 per gram menjadi Rp 2.635.000 per gram. Buyback merupakan opsi bagi pemegang emas yang ingin menjual kembali logam mulianya ke Antam.
Berdasarkan peraturan yang berlaku, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak ini akan dipotong langsung dari nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback, yang berarti nasabah yang melakukan jual beli emas akan dikenakan potongan pajak sesuai dengan ketentuan yang ada.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut adalah rincian harga emas Antam hari ini (22 Januari 2026) untuk berbagai ukuran yang tersedia:
Harga emas 0,5 gram: Rp 1.445.000
Harga emas 1 gram: Rp 2.790.000
Harga emas 2 gram: Rp 5.520.000
Harga emas 3 gram: Rp 8.255.000
Harga emas 5 gram: Rp 13.725.000
Harga emas 10 gram: Rp 27.395.000
Harga emas 25 gram: Rp 68.362.000
Harga emas 50 gram: Rp 136.645.000
Harga emas 100 gram: Rp 273.212.000
Harga emas 250 gram: Rp 682.765.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.368.733.300
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.730.600.000
Tren Harga Emas Antam di Masa Depan
Dengan harga emas yang terus menunjukkan fluktuasi yang tajam, banyak investor yang bertanya-tanya mengenai tren harga emas Antam di masa depan. Mengingat bahwa emas adalah aset yang sering kali digunakan sebagai "safe haven" di tengah ketidakpastian ekonomi, permintaan terhadap logam mulia ini diperkirakan akan tetap stabil. Namun, fluktuasi harga jangka pendek dapat terus terjadi tergantung pada dinamika ekonomi global.
Meskipun begitu, bagi mereka yang berinvestasi dalam emas, penting untuk selalu memantau perkembangan harga dan kondisi pasar agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga keuangan lainnya sering kali memberikan panduan untuk membantu masyarakat memahami risiko dan potensi imbal hasil dari investasi emas.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cak Imin Dorong Kolaborasi ISNU dengan Pemerintah untuk Pemberdayaan Masyarakat
- Kamis, 22 Januari 2026
Penyesuaian MBG Saat Ramadan Berdasarkan Wilayah, Strategi Pemerintah Jaga Ketertiban
- Kamis, 22 Januari 2026
Menteri Arifah Tegaskan Direktorat PPA-PPO Jadi Ujung Tombak Penanganan Kasus Kekerasan
- Kamis, 22 Januari 2026
Langkah Gemilang Sabar Reza, Lolos ke Perempat Final Indonesia Masters 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
Tim Renang Indonesia Sukses Panen Emas dan Cetak Rekor Baru di ASEAN Para Games
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Penyesuaian MBG Saat Ramadan Berdasarkan Wilayah, Strategi Pemerintah Jaga Ketertiban
- Kamis, 22 Januari 2026
Menteri Arifah Tegaskan Direktorat PPA-PPO Jadi Ujung Tombak Penanganan Kasus Kekerasan
- Kamis, 22 Januari 2026
Langkah Gemilang Sabar Reza, Lolos ke Perempat Final Indonesia Masters 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
Tim Renang Indonesia Sukses Panen Emas dan Cetak Rekor Baru di ASEAN Para Games
- Kamis, 22 Januari 2026
Hilman Tunjukkan Performa Spektakuler, Bawa Medali Emas Angkat Beban ke Tanah Air
- Kamis, 22 Januari 2026
Terpopuler
1.
UMKM Kabanjahe Berhasil Berkembang Berkat Pembiayaan KUR BRI
- 22 Januari 2026
2.
OJK Bersama Bank Kembalikan Rp 161 Miliar ke Korban Scam
- 22 Januari 2026
4.
Harga Emas Antam Turun Hari Ini Setelah Mencapai Rekor Tertinggi
- 22 Januari 2026
5.
Apakah Diabetes Penyakit Keturunan? Ini Penjelasan Lengkapnya
- 22 Januari 2026








