Rabu, 21 Januari 2026

Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli Menurut Desainer Rumah

Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli Menurut Desainer Rumah
Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli Menurut Desainer Rumah

JAKARTA - Dekorasi yang sebaiknya tidak dibeli menurut desainer rumah menjadi topik penting yang jarang dibahas secara mendalam oleh pemilik rumah atau penyewa hunian. Banyak orang tergoda membeli dekorasi karena tampilannya menarik di toko atau saat melihatnya di media sosial. Namun, menurut para desainer interior profesional, tidak semua dekorasi layak dibeli—beberapa justru dapat mengganggu fungsi ruangan, membebani estetika, bahkan mengacaukan keharmonisan interior secara keseluruhan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam berbagai jenis dekorasi yang dianggap tidak layak dibeli, dilengkapi dengan penjelasan desain, efek psikologis, alternatif yang lebih baik, serta insight dari para desainer rumah ternama.

Mengapa Pemilihan Dekorasi Harus Selektif?

Baca Juga

Pantai Ngobaran Jogja Tawarkan Keindahan Alam Mirip Suasana di Bali

Banyak orang tidak menyadari bahwa pemilihan dekorasi yang kurang tepat bisa berdampak besar terhadap kenyamanan dan keindahan ruang tinggal. Alih-alih mempercantik rumah, dekorasi yang tidak sesuai bisa menimbulkan kesan berantakan, sempit, atau bahkan membuat ruangan terasa dingin dan tidak ramah.

Desainer interior umumnya mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memilih dekorasi:

-Skala dan proporsi ruangan

-Fungsi ruang

-Gaya desain yang diusung

-Kebutuhan pengguna ruang

-Pencahayaan alami dan buatan

-Keberlanjutan (sustainability)

Salah satu prinsip penting dalam desain interior adalah “less is more.” Artinya, ruangan yang baik tidak selalu dipenuhi banyak dekorasi, melainkan hanya memuat unsur-unsur penting yang mendukung estetika dan fungsi.

Daftar Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli (Disertai Penjelasan Detail)

Berikut ini adalah 20 jenis dekorasi yang sering dibeli secara impulsif, namun sering disarankan untuk dihindari menurut para desainer rumah profesional:

1. Karya Seni Produksi Massal

Karya seni cetak yang dijual secara massal sering kali terlihat datar, tidak orisinal, dan kurang personal. Selain itu, terlalu umum dan cenderung “murahan” jika dilihat oleh mata yang peka terhadap desain.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kenali Fakta Epilepsi yang Tidak Menular dan Cara Pertolongan Yang Tepat

Kenali Fakta Epilepsi yang Tidak Menular dan Cara Pertolongan Yang Tepat

Tips Redakan Batuk Lebih Cepat Menggunakan Jahe dan Madu Alami

Tips Redakan Batuk Lebih Cepat Menggunakan Jahe dan Madu Alami

Rasakan Kenikmatan Bakso Malang Hangat dengan Harga Bersahabat di Kantong

Rasakan Kenikmatan Bakso Malang Hangat dengan Harga Bersahabat di Kantong

Rekomendasi Kuliner Tebet Tanggal Tua, Menyajikan Rasa Lezat dengan Harga Terjangkau

Rekomendasi Kuliner Tebet Tanggal Tua, Menyajikan Rasa Lezat dengan Harga Terjangkau

Pantai Ngobaran Jogja Tawarkan Keindahan Alam Mirip Suasana di Bali

Pantai Ngobaran Jogja Tawarkan Keindahan Alam Mirip Suasana di Bali