Rabu, 21 Januari 2026

Laba Bersih Astra International Terkoreksi 9%, Tertekan Sektor Otomotif dan Pertambangan

Laba Bersih Astra International Terkoreksi 9%, Tertekan Sektor Otomotif dan Pertambangan
Laba Bersih Astra International Terkoreksi 9% , Tertekan Sektor Otomotif dan Pertambangan

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 9% pada semester pertama tahun 2024, seiring dengan melemahnya kinerja sektor otomotif dan pertambangan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp15,9 triliun, turun dari Rp17,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Penurunan Laba dari Sektor Otomotif dan Pertambangan

Sektor otomotif, yang merupakan salah satu kontributor utama pendapatan ASII, mengalami penurunan laba bersih sebesar 2% menjadi Rp11,2 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya penjualan mobil nasional yang mencapai 866.000 unit pada 2024, turun 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan mobil Astra juga mengalami penurunan sebesar 13,86% menjadi 482.964 unit. 

Baca Juga

MeToo Catat Penjualan Pasta Gigi Pemutih Tembus 8 Juta

Di sisi lain, sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi juga mengalami penurunan laba bersih sebesar 15% menjadi Rp5,8 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya harga batu bara yang mempengaruhi kinerja bisnis pertambangan dan alat berat. Meskipun demikian, sektor kontraktor penambangan dan pertambangan emas menunjukkan kinerja yang lebih baik.

Diversifikasi Bisnis Menjadi Kunci Ketahanan Kinerja

Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro, menyatakan bahwa meskipun sektor otomotif dan pertambangan mengalami tekanan, perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif berkat diversifikasi bisnis yang kuat. "Grup mencatatkan laba bersih yang solid pada 2024, dengan resiliensi kinerja dari portofolio yang terdiversifikasi," ujarnya.

Sektor-sektor lain seperti jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur, dan logistik memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan ASII. Laba bersih dari bisnis jasa keuangan tercatat naik 6% menjadi Rp8,3 triliun, sementara laba bersih dari agribisnis naik 9%. Bisnis infrastruktur dan logistik mengalami lonjakan laba bersih sebesar 37%, dan sektor teknologi informasi serta properti juga mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. 

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meskipun kinerja ASII pada semester pertama 2024 menunjukkan ketahanan, tantangan tetap ada di depan. Daya beli masyarakat yang melemah dan fluktuasi harga komoditas menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Namun, dengan strategi diversifikasi dan fokus pada inovasi, ASII optimis dapat menghadapi tantangan tersebut dan mempertahankan posisi terdepan di berbagai sektor bisnis.

Yoga

Yoga

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal