Kuliner Pawon Mbah Gito Rumah Makan Desa Asli Yogyakarta dengan Menu Tradisional
- Jumat, 02 Mei 2025
JAKARTA - Pawon Mbah Gito, sebuah rumah makan yang terletak di Pasir Luhur, RT.003/RW.026, Area Sawah, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi para pecinta masakan tradisional. Dikenal dengan sajian khas desa asli Yogyakarta, Pawon Mbah Gito menawarkan pengalaman kuliner yang autentik dan harga yang ramah di kantong.
Menu Tradisional yang Menggugah Selera
Supervisor rumah makan Pawon Mbah Gito, Rohmad (22), menjelaskan bahwa rumah makan ini menyajikan berbagai menu khas desa yang menggugah selera. "Menu di sini ala ndesa asli dari Yogyakarta, dan makanan di sini terdapat menu seperti sayur-sayuran, sate, tempe, tahu, daging, lalapan, buah-buahan, dan lain sebagainya," ujar Rohmad. Dengan beragam pilihan menu tersebut, pengunjung dapat menikmati cita rasa autentik masakan tradisional Yogyakarta.
Baca JugaNikmati Bubur Mutiara Kenyal dan Bening dengan Beragam Kreasi Menarik
Selain menu utama, Pawon Mbah Gito juga menyediakan berbagai minuman khas yang menyegarkan. Beberapa di antaranya adalah Dawet Mbah Uti seharga Rp18.000, Jeruk Ndeso seharga Rp8.000, Kopi Mbah Gito seharga Rp12.000, dan Teh Ndeso seharga Rp5.000. Harga yang terjangkau ini membuat pengunjung merasa puas dan ingin kembali lagi.
Suasana Desa yang Nyaman
Pawon Mbah Gito beroperasi setiap hari mulai pukul 07:00 hingga 21:00 WIB, dengan dua shift karyawan untuk memastikan pelayanan yang optimal. Jumlah karyawan mencapai 60 orang yang terbagi dalam dua shift: shift pertama mulai pukul 06:00 hingga 15:00 WIB, dan shift kedua mulai pukul 13:00 hingga 21:00 WIB. Meskipun buka setiap hari, rumah makan ini tutup pada Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Rohmad, Pawon Mbah Gito telah beroperasi selama tiga tahun dan terus berkembang. "Menu yang terdapat dan tersajikan bermacam-macam nama dari rumah makan Pawon Mbah Gito. Yakni menu dan harga relatif ekonomis, serta dijamin datang kembali," tambahnya sambil tersenyum.
Popularitas yang Meningkat
Pawon Mbah Gito tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ika, seorang warga sekitar, menyatakan bahwa rumah makan ini selalu ramai dikunjungi. "Pawon Mbah Gito, rumah makan ramai pengunjung, dari berbagai daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan lain sebagainya," ujar Ika.
Dikelola oleh Herawati, cucu dari Mbah Gito, rumah makan ini mempertahankan tradisi kuliner Yogyakarta yang autentik. Herawati memastikan bahwa setiap sajian yang disajikan tetap mempertahankan cita rasa asli dan kualitas yang tinggi.
Yoga
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Membuat Teh Susu Nikmat dan Tetap Menyehatkan Tubuh
- Selasa, 20 Januari 2026
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Terpopuler
1.
Biaya Balik Nama Motor Bekas 2026 Termasuk Pajak Lengkap
- 20 Januari 2026
2.
DBS Hadirkan Kalkulator Pensiun Dorong Perencanaan Keuangan Dini
- 20 Januari 2026
3.
Bursa CFX Prediksi Industri Kripto Tetap Tumbuh Positif 2026
- 20 Januari 2026
4.
OJK Terbitkan Aturan Gugatan Demi Perlindungan Konsumen Keuangan
- 20 Januari 2026
5.
BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Namun Belum Nol
- 20 Januari 2026








