Pendataan Awal Lokasi Rencana Pembangunan SUTT 150 kV Pati-Pati II/Trangkil
- Rabu, 14 Mei 2025
Pati – Upaya persiapan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pati-Pati II/Trangkil memasuki tahap awal dengan dilakukannya pendataan lokasi oleh Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (14/5/2025),
sebagai respons atas undangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pati.
Pendataan awal dilakukan dengan meninjau empat desa di Kecamatan Trangkil, yakni Guyangan, Sambilawang, Asempapan, dan Kertomulyo. Tim terkait melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan dalam proyek strategis ini.
Langkah ini menjadi bagian dari tahapan perencanaan yang lebih luas, dengan tujuan memastikan aspek teknis dan administratif berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga
Pembangunan SUTT 150 kV Pati-Pati II/Trangkil diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur kelistrikan di wilayah Pati, mendukung kebutuhan energi yang terus bertumbuh, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Pantauan lapangan dan koordinasi lebih lanjut akan terus dilakukan guna memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak.
Redaksi
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Perlindungan UMKM Ditingkatkan, Pemerintah Akan Atur Biaya Platform Digital
- Rabu, 21 Januari 2026
Transportasi Kereta Api Dominasi Distribusi Batu Bara Hingga 16,9 Juta Ton
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Kenaikan Pungutan Ekspor CPO Jadi Strategi Perkuat Program B40 dan Ekonomi
- Rabu, 21 Januari 2026
Perlindungan UMKM Ditingkatkan, Pemerintah Akan Atur Biaya Platform Digital
- Rabu, 21 Januari 2026
Infrastruktur Kereta Urban Surabaya Diperkuat Berkat Kolaborasi Indonesia dan Inggris
- Rabu, 21 Januari 2026
Transportasi Kereta Api Dominasi Distribusi Batu Bara Hingga 16,9 Juta Ton
- Rabu, 21 Januari 2026








