Kredit Tumbuh 24 Persen, Laba Bersih Bank Jago Sentuh Rp 86 Miliar

Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso (tengah) dalam Forum Jurnalis Jagoan
Selasa, 28 April 2026 | 13:50:00 WIB

JAKARTA – Bank Jago cetak laba bersih Rp 86 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 42 persen berkat kolaborasi ekosistem digital dan pertumbuhan kredit yang sehat.

PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil mengamankan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 86 miliar hingga periode Maret 2026.

Perolehan tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 42 persen jika dibandingkan capaian tahun lalu yang senilai Rp 60 miliar.

Pada aspek intermediasi, perusahaan mencatatkan penyaluran kredit yang mencapai angka Rp 25,2 triliun pada akhir kuartal pertama.

Volume kredit tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 24 persen dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp 20,3 triliun.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris menjelaskan bahwa hasil positif ini bersumber dari efektivitas strategi kolaborasi dengan berbagai mitra.

"Dengan situasi ekonomi yang dinamis, Bank Jago melakukan ekspansi kredit dengan tetap menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata beliau.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang berada pada level 0,8 persen.

Angka risiko tersebut tercatat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata rasio NPL industri perbankan nasional saat ini.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut secara otomatis ikut mengerek total aset perusahaan hingga menyentuh angka Rp 39,5 triliun.

Jumlah aset ini tumbuh sekitar 22 persen dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 32,5 triliun.

Hingga saat ini, bank berbasis digital tersebut telah berhasil melayani total 19,4 juta nasabah di berbagai wilayah.

Jumlah pengguna aplikasi funding tercatat mencapai 15,2 juta orang, atau bertambah 3 juta nasabah dalam kurun waktu satu tahun.

Kenaikan basis nasabah ini sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 23 persen secara tahunan.

Total dana masyarakat yang dikelola perusahaan hingga Maret 2026 kini telah menembus angka sebesar Rp 26,4 triliun.

Komposisi dana tersebut didominasi oleh porsi CASA sebesar 53 persen, sementara sisanya berasal dari simpanan berupa deposito.

Peningkatan tabungan ini menandakan kepercayaan publik yang semakin kuat dalam menggunakan layanan digital guna mengelola keuangan mereka.

"Kini Aplikasi Jago bukan sekadar tempat untuk menabung dan bertransaksi, tetapi sudah menjadi tempat untuk menumbuhkan keuangan nasabah secara lebih menyeluruh," terang Arief.

Ketahanan modal juga tetap kokoh dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) pada level 29,9 persen.

Posisi modal yang kuat ini dipastikan mampu memberikan ruang gerak luas bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi bisnis.

Sementara itu, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perusahaan saat ini berada di angka 95 persen.

Pihak manajemen berkomitmen untuk tetap waspada terhadap dinamika ekonomi global demi menjaga kinerja perusahaan yang tetap sehat.

Reporter: Gemilang Ramadhan