Strategi Waskita Karya WSKT Untuk Mempertahankan Status Emiten di Bursa Efek

ILUSTRASI, Strategi Waskita Karya WSKT
Selasa, 28 April 2026 | 13:50:00 WIB

JAKARTA – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menegaskan keinginan untuk tetap menjadi perusahaan terbuka dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) meski tengah disuspensi. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Eksistensi Waskita Karya WSKT di pasar modal diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai upaya pemulihan kinerja. Sebagai pengingat, suspensi saham WSKT telah berlangsung sejak tahun 2023 akibat kendala keuangan yang dihadapi perusahaan.

Manajemen menegaskan bahwa status sebagai perusahaan publik membantu dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kinerja. Keinginan agar tetap melantai di bursa menjadi fokus utama bagi jajaran direksi dalam menyusun rencana strategis ke depan.

Terdapat upaya intensif untuk menyelesaikan kewajiban kepada para kreditur agar suspensi saham dapat segera dicabut oleh otoritas. "Termasuk assessment seluruh aset dan liabilitas agar dapat mengukur kondisi perusahaan dalam menentukan skema dan struktur yang pas dalam proses tersebut dan tetap memperhatikan tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya," paparnya.

Perseroan juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses restrukturisasi yang sedang berjalan. Hingga saat ini, usulan restrukturisasi Perusahaan atas obligasi tersebut masih dalam proses dan memerlukan persetujuan dari para pemegang Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2019.

Proses penilaian aset dilakukan secara mendalam untuk memastikan skema penyelamatan emiten berjalan sesuai aturan yang berlaku. Waskita Karya WSKT berharap seluruh langkah ini dapat memberikan kepastian bagi keberlanjutan bisnis perusahaan di masa depan.

Perusahaan optimis bahwa integrasi dengan ekosistem BUMN lainnya akan membantu memperkuat posisi keuangan dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap kewajiban diselesaikan tanpa mengabaikan operasional proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan.

Reporter: Gemilang Ramadhan