Tabungan Simpel Bank Mandiri Capai 966.000 Rekening Per Maret 2026
JAKARTA – Tabungan Simpel Bank Mandiri capai 966.000 rekening per Maret 2026 dengan total saldo Rp 354 miliar.
Pencapaian luar biasa ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme para pelajar dalam mengelola keuangan mereka. Program tersebut terus tumbuh secara konsisten sebagai bagian dari upaya mendukung literasi finansial sejak dini.
Hingga Maret 2026, total dana yang terkumpul pada tabungan khusus siswa ini menyentuh angka Rp 354 miliar. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan orang tua dan sekolah terhadap layanan perbankan yang disediakan oleh perseroan.
Berdasarkan data statistik yang dihimpun, rata-rata saldo per rekening saat ini berada di level Rp 366.000. Rasio pertumbuhan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan keuangan bagi anak muda.
“Literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing, sehingga melalui Tabungan SimPel perseroan tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap akun yang dibuka merupakan langkah awal untuk mendirikan kemandirian ekonomi. Melalui inisiatif ini, akses perbankan menjadi lebih mudah dijangkau oleh siswa di seluruh penjuru negeri.
Pertumbuhan jumlah nasabah baru terlihat sangat masif jika dibandingkan dengan periode akhir tahun sebelumnya. Pada Desember 2025, total akun tercatat sebanyak 928.000 unit atau meningkat 19,6 persen secara tahunan.
Tren positif ini terus berlanjut hingga memasuki kuartal pertama pada tahun 2026 yang sedang berjalan. Tabungan Simpel Bank Mandiri capai 966.000 rekening per Maret 2026 yang menandakan kenaikan sekitar 12 persen dari tahun lalu.
Secara historis, pertumbuhan rekening sepanjang periode 2021 hingga 2025 rata-rata mencapai 117.000 akun setiap tahunnya. Kecepatan pertumbuhan tahunan secara konsisten berada pada angka laju sebesar 19,3 persen.
Adhika Vista menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi para nasabah cilik agar mereka semakin teredukasi. Strategi penguatan literasi dilakukan melalui kolaborasi erat dengan ribuan sekolah mitra di tanah air.
“Sebab tabungan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan program literasi keuangan yang aplikatif, jaringan sekolah mitra di berbagai wilayah Indonesia, serta pendekatan berbasis riset yang memastikan setiap inisiatif berjalan relevan, terukur, dan berkelanjutan,” kata Adhika Vista sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Distribusi nasabah menunjukkan dominasi yang menarik dari segi jenjang pendidikan maupun sebaran geografis wilayah. Pelajar tingkat SMA memberikan kontribusi terbesar dengan porsi mencapai 64 persen dari total nasabah.
Ditinjau dari lokasi tempat tinggal, wilayah Jawa Timur tercatat sebagai penyumbang jumlah rekening terbanyak di Indonesia. Keberhasilan ini tidak lepas dari integrasi layanan digital yang memudahkan proses administrasi perbankan bagi sekolah.
Bank Mandiri percaya bahwa setiap tabungan pertama siswa menjadi jembatan menuju kesejahteraan finansial jangka panjang. Visi ini diwujudkan melalui kemudahan pembukaan rekening tanpa biaya administrasi bulanan yang membebani pelajar.
“Bagi Bank Mandiri, setiap rekening pertama adalah awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang lebih terarah, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan,” ungkap Adhika Vista sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Implementasi program Simpanan Pelajar ini juga telah disesuaikan dengan kurikulum pendidikan keuangan tingkat nasional. Harapannya, generasi muda Indonesia tidak hanya pandai menabung namun juga mahir mengelola risiko finansial.
Tabungan Simpel Bank Mandiri capai 966.000 rekening per Maret 2026 menjadi bukti nyata kesuksesan sinergi antara perbankan dan dunia pendidikan. Inovasi layanan akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak anak-anak di daerah pelosok.
Perseroan berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan ini agar tetap berkelanjutan hingga akhir tahun nanti. Fokus utama ke depan adalah meningkatkan aktivasi transaksi rutin bagi setiap pemegang kartu tabungan tersebut.
Peran aktif guru dan tenaga pendidik sangat krusial dalam mensosialisasikan pentingnya menyimpan uang di bank. Dengan demikian, target inklusi keuangan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat segera terealisasi secara menyeluruh.
Bank Mandiri akan terus memperluas jaringan agen perbankan untuk mempermudah akses penyetoran bagi para siswa. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah saldo rata-rata di masa yang akan datang.