Kinerja BRI Meroket, Cost of Fund Membaik Berkat Dominasi CASA

ILUSTRASI, BRI
Selasa, 05 Mei 2026 | 12:21:12 WIB

JAKARTA – Cost of Fund BRI membaik ke level 2,3 persen pada triwulan I 2026 berkat kenaikan dana murah (CASA) yang mencapai Rp1.058,6 triliun.

Kabar positif datang dari industri perbankan nasional mengenai efisiensi pengelolaan likuiditas yang semakin menunjukkan hasil nyata. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pencapaian signifikan di mana biaya dana mereka mengalami perbaikan besar.

Berdasarkan laporan kinerja terbaru, Cost of Fund perusahaan pada periode tiga bulan pertama tahun 2026 berada di angka 2,3 persen. Posisi ini jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 3 persen.

Kondisi tersebut tidak lepas dari keberhasilan manajemen dalam mengoptimalkan penghimpunan dana murah dari masyarakat. Dominasi dana murah atau CASA menjadi tulang punggung utama di balik melandainya biaya operasional pendanaan tersebut.

“Ini menunjukkan efektivitas strategi BRI dalam memperkuat CASA dan mengelola struktur pendanaan yang lebih efisien, sehingga memberikan ruang yang lebih baik bagi margin ke depan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta.

Hingga periode Maret 2026, total dana pihak ketiga yang dikelola oleh perseroan tercatat meningkat. Pertumbuhan dana tersebut mencapai 9,4 persen secara tahunan sehingga menyentuh angka Rp1.555 triliun.

Pendorong utama dari kenaikan total dana tersebut adalah tabungan dan giro yang tumbuh sangat progresif. Tercatat dana murah perusahaan meningkat 13,2 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp1.058,6 triliun.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan saldo pada giro dan tabungan masing-masing mencapai dua digit. Komponen giro tercatat melonjak 15,6 persen sementara tabungan mengalami kenaikan sebesar 11,5 persen.

Keberhasilan ini menciptakan sebuah catatan sejarah baru bagi perjalanan bisnis bank milik negara tersebut. Saldo tabungan masyarakat di bank ini untuk pertama kalinya berhasil melampaui ambang batas psikologis tertentu.

“Angka tersebut juga menandai tonggak penting bagi BRI, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, pencapaian tabungan BRI berhasil menembus level Rp600 triliun, atau tepatnya mencapai Rp605,8 triliun,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. Penjelasan mendalam ini dipaparkan langsung oleh Hery Gunardi mengenai rekor tabungan tersebut.

Dominasi CASA dalam struktur pendanaan perusahaan kini memberikan dampak pada rasio likuiditas yang semakin sehat. Rasio dana murah perusahaan berhasil terdongkrak menjadi 68,07 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup berarti dibandingkan rasio tahun lalu yang sebesar 65,77 persen. Penguatan ini berjalan beriringan dengan masifnya penggunaan layanan digital oleh para nasabah setia.

Peningkatan volume transaksi digital melalui BRImo dan Qlola by BRI menjadi katalis utama pertumbuhan dana murah. Selain itu, optimalisasi layanan Business Merchant dan QRIS juga berkontribusi besar pada perolehan dana masyarakat.

Manajemen menegaskan bahwa struktur pendanaan yang semakin kuat ini berdampak langsung pada rapor keuangan global. Stabilitas pendanaan ini menjadi modal utama dalam mendukung ekspansi bisnis yang lebih luas lagi.

Aset total yang dimiliki perseroan kini tumbuh sebesar 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun. Pertumbuhan aset tersebut didorong oleh penyaluran kredit yang naik 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.

Kombinasi antara efisiensi biaya serta fundamental yang kokoh membuat perolehan laba semakin optimal. Bank ini sukses membukukan laba bersih konsolidasian mencapai angka Rp15,5 triliun.

Perolehan laba tersebut menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 13,7 persen secara tahun ke tahun. Kinerja ini membuktikan bahwa manajemen mampu menjaga ritme bisnis di tengah tantangan ekonomi global.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. Kutipan tersebut menegaskan fokus utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan profitabilitas jangka panjang.

Hery Gunardi menambahkan bahwa sisi pendapatan bunga terus terdongkrak berkat penyaluran kredit yang tetap bertenaga. Pada saat yang sama, penguatan struktur pendanaan membantu menekan pengeluaran bunga secara efektif.

Hal ini menciptakan ekosistem keuangan internal yang sangat stabil bagi pertumbuhan perusahaan ke depannya. Kualitas pertumbuhan menjadi aspek yang paling ditekankan dalam setiap langkah strategis yang diambil.

“Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pernyataan penutup tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja yang sehat dan efisien.

Reporter: Gemilang Ramadhan