IHSG Hampir Anjlok 4 Persen Akibat Tekanan Jual Saham Konglomerat

Ilustrasi Saham Turun (Gambar: NET)
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:36:51 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren koreksinya setelah melemah hampir 4 persen dan parkir di kisaran level 6.300-an pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026).

Kemerosotan yang cukup dalam ini dipicu oleh aksi lepas saham atau jual bersih oleh investor asing, ditambah dengan koreksi tajam pada sejumlah saham komoditas kepunyaan konglomerat terkemuka.

Berdasarkan data pergerakan dari RTI Business, IHSG terpangkas sebesar 3,46 persen menuju level 6.370,67 pada perdagangan Selasa kemarin. Jika diakumulasikan sepanjang lima hari terakhir, total penurunan indeks saham domestik telah mencapai 8,59 persen.

Bahkan, penurunan bursa saham lokal sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) di tahun 2026 ini telah menembus 26,32 persen. 

Gejala penurunan ini berjalan beriringan dengan aksi net foreign sell atau penjualan bersih oleh investor asing yang sudah melewati Rp 41,28 triliun secara ytd hingga Senin (18/5).

Sejumlah saham berkapitalisasi besar milik konglomerat Prajogo Pangestu ikut menekan indeks lantaran merosot hingga terkena Auto Reject Bawah (ARB). 

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 14,75 persen ke posisi Rp 3.120, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 13,33 persen ke level Rp 650, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menyusut 10,93 persen ke harga Rp 4.320 per saham.

Koreksi tajam juga melanda emiten dari Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang merosot 14,77 persen ke level Rp 750 per saham. Emiten komoditas kelapa sawit milik TP Rachmat melalui PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) pun ikut terpangkas 14,97 persen menjadi Rp 1.590 per saham.

Merespons situasi pasar saat ini, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengadakan kunjungan mendadak ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/5). 

Langkah ini diambil bersama jajaran pimpinan OJK serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna memantau dinamika jumlah investor ritel sekaligus menenangkan kepanikan pasar.

"Kami kemudian mendengarkan paparan dari Pak Rosan, bagaimana mereka kemudian menyiapkan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan bisa kemudian membuat para investor lokal merasa nyaman, sehingga tadi kami lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah, dan kemudian dengan fundamental yang ada, saya yakin dan percaya bahwa bursa kami ke depan akan semakin kuat," ungkap Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan analisis dari Phintraco Sekuritas, pergerakan indeks bursa hari ini turut dibayangi oleh sikap pelaku pasar yang bersikap wait and see menanti pidato Presiden Prabowo Subianto serta hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Pengumuman mengenai tingkat suku bunga acuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (20/5).

"Investor menantikan pidato Presiden dan pengumuman BI Rate," tulis analis Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tekanan terhadap IHSG kian bertambah akibat munculnya kekhawatiran para pelaku pasar terkait rencana regulasi baru dari pemerintah mengenai tata kelola badan khusus milik negara yang akan menangani ekspor komoditas utama. 

Kebijakan ini dinilai memicu aksi jual masif pada saham-saham di sektor batu bara, crude palm oil (CPO), hingga mineral logam.

"Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan," jelas analis Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan