IHSG Berisiko Uji Level 6.250, Phintraco Rekomendasikan Lima Saham
JAKARTA – Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempunyai risiko untuk menguji titik terendahnya pada level 6.250 dalam sesi perdagangan hari Rabu (20/5/2026).
Rentang pergerakan IHSG untuk hari ini diperkirakan bakal berada di area resistance 6.500, pivot 6.400, serta support 6.250. Walau demikian, Phintraco Sekuritas tetap menyodorkan rekomendasi atas lima saham yang berpotensi menghasilkan keuntungan, yang mana salah satunya ialah ASII.
Phintraco Sekuritas menguraikan bahwa pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah drastis menuju level 6.370,68 (3,46%).
Kemerosotan IHSG kemarin dipicu oleh maraknya aksi jual akibat beredarnya rumor mengenai rencana pemerintah yang ingin mengatur tata niaga ekspor komoditas melalui suatu lembaga khusus bentukan negara.
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa sejumlah komoditas yang diisukan akan dikendalikan tersebut di antaranya adalah batu bara, CPO, hingga mineral logam.
“Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Apabila dilihat dari aspek teknikal, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG berakhir di bawah level 6400 yang dibarengi dengan kenaikan volume penjualan. “Dengan demikian, IHSG hari ini diprediksi menguji uji level support di 6.250-6.300,” tambah Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam Rapat Paripurna DPR untuk menyampaikan pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 pada hari Rabu (20/5).
“Ini merupakan pertama kalinya Kepala Negara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan,” papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain itu, Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa para pelaku pasar saat ini tengah menanti pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dilaksanakan hari ini. Merujuk pada konsensus, Bank Indonesia diperkirakan akan mengerek BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5%, sebagai upaya untuk menahan depresiasi nilai tukar mata uang Rupiah.
“Sedangkan pertumbuhan kredit bulan April diperkirakan tumbuh 9.7% YoY dari 9.49% YoY di Maret 2026 yang akan dirilis pada hari ini,” tambah Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa defisit APBN terpantau berada di angka Rp 164,4 triliun atau setara dengan 0,64% PDB per 30 April 2026, nilai ini memperlihatkan penurunan bila dibandingkan dengan kondisi defisit di bulan Maret 2026 yang sempat menembus Rp 240,1 triliun atau 0,93% PDB.
“Hal ini diantaranya ditopang oleh keseimbangan primer yang kembali mencatat surplus sebesar Rp 28 triliun pada akhir April 2026 dari defisit Rp 95,8 triliun di Maret 2026,” jelas Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Phintraco Sekuritas melengkapi bahwa perolehan pendapatan negara terpantau naik merangkak menuju Rp 918.4 triliun dari Rp 574.9 triliun, kendati di sisi lain pos belanja negara terpantau ikut melonjak menjadi Rp 1.082.8 triliun dari angka sebelumnya yang sebesar Rp 815 triliun.
Phintraco Sekuritas memberikan anjuran untuk lima saham yang berpeluang menghasilkan keuntungan, antara lain ASII, JPFA, AMRT, ULTJ, dan BRIS.