Saham INDY Turun 6,15 Persen, Indika Energy Bagikan Dividen Rp510 Miliar

Ilustrasi Perdagangan Saham. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:50:20 WIB

JAKARTA – Nilai jual saham dari perusahaan energi PT Indika Energy Tbk (INDY) terpantau mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Walaupun begitu, para investor saham perusahaan ini dapat sedikit bernapas lega lantaran pembagian dividen akan segera dicairkan dalam waktu dekat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, pergerakan harga saham INDY terhenti di posisi Rp 2.290 pada perdagangan Rabu 22 Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 150 poin atau melemah 6,15% secara harian.

Jika diakumulasikan dalam perdagangan 30 hari terakhir, nilai saham INDY sudah mengalami penyusutan hingga 1.150 poin. Persentase penurunan tersebut mencapai 33,43%.

Di tengah pelemahan tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) INDY yang digelar di Jakarta pada Rabu (20/5/2026) resmi menyetujui pembagian dividen tunai. 

Total nilai dividen yang dikucurkan mencapai USD 3,01 juta atau setara dengan lebih dari Rp 510 miar jika dikonversi dengan kurs rupiah saat ini.

Alokasi dana tersebut mengambil porsi sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, dividen ini akan dikirimkan kepada para pemegang saham pada 19 Juni 2026.

Pihak manajemen INDY juga memanfaatkan momentum RUPST untuk menegaskan kembali komitmen mereka dalam transisi bisnis. Perusahaan kini gencar mengalihkan fokus ke sektor non-batubara serta memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, mengungkapkan bahwa alokasi belanja modal perusahaan saat ini diprioritaskan untuk mendukung proyek strategis. Fokus utamanya adalah tambang emas Awak Mas dan pengembangan lini bisnis ramah lingkungan.

“Kami terus memperkuat transformasi bisnis di mana seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis dalam siaran press perseroan.

Langkah strategis ini dinilai menjadi bagian dari rencana jangka panjang INDY. Kebijakan tersebut berjalan selaras dengan tren transisi energi global yang menuju target net zero emission.

Penyegaran Pengurus dan Laporan Keuangan

Selain menetapkan kebijakan dividen, para pemegang saham juga memberikan persetujuan terhadap laporan tahunan serta laporan keuangan untuk tahun buku 2025.

RUPST tersebut sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja mereka selama tahun buku yang berjalan.

Perubahan juga terjadi pada susunan pengurus perseroan yang baru. Jabatan Komisaris Utama kini resmi ditempati oleh Agus Lasmono, sedangkan posisi Direktur Utama masih diamanatkan kepada Azis Armand.

Pertumbuhan Signifikan Laba Bersih INDY

Dari sisi kinerja keuangan, Indika Energy mencatatkan pencapaian positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD 7 juta yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. 

Perolehan laba tersebut melonjak sangat tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka USD 2,9 juta.

Pendapatan perseroan turut mengalami kenaikan tipis menjadi USD 493,2 -juta. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya kontribusi dari sektor logistik, perdagangan energi, serta lini sumber daya non-batubara.

Anak Usaha Non-Batubara Menjadi Motor Penggerak

Kenaikan performa Indika Energy tidak lepas dari andil beberapa anak usahanya di sektor non-batubara yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Tripatra berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 11,2 persen menjadi USD 68,7 juta. 

Di sisi lain, Interport Mandiri Utama mencatat lonjakan pendapatan yang signifikan sebesar 53,4 persen menjadi USD 43,1 -juta melalui bisnis perdagangan bahan bakar.

Kondisi berbeda terjadi pada Kideco yang mengalami penurunan pendapatan. Hal ini dipicu oleh merosotnya volume penjualan beserta harga jual rata-rata komoditas batu bara.

Peningkatan Margin Laba dan Efisiensi Biaya

Indika Energy juga berhasil mendongkrak profitabilitas melalui efisiensi pada biaya operasional serta pengelolaan utang yang menurunkan beban keuangan. Laba kotor perusahaan naik 16,2 persen menuju angka USD 74 juta, yang secara otomatis mengerek margin laba kotor menjadi 15 persen. Beban keuangan perseroan pun terpantau mengalami penurunan sebesar 8,6 persen dari tahun sebelumnya.

Progres Proyek Emas Awak Mas

Realisasi belanja modal INDY sepanjang kuartal I-2026 tercatat sebesar USD 26,2 juta dan seluruhnya dialokasikan untuk pengembangan sektor non-batubara. Sebagian besar dana tersebut, yakni sekitar USD 20,4 juta, dikonsetrasikan untuk mempercepat pembangunan proyek tambang emas Awak Mas.

Hingga akhir Maret 2026, kemajuan fisik konstruksi di proyek Awak Mas telah menyentuh angka 56,8 persen. Total investasi yang telah direalisasikan untuk proyek ini mencapai USD 288,1 juta, dan perseroan optimistis tambang ini akan menjadi motor pertumbuhan jangka panjang.

Reporter: Gemilang Ramadhan