Cek Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru dari Aceh Sampai Papua

Ilustrasi SPBU Pertamina (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 02 Juni 2026 | 12:15:34 WIB

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga telah merilis secara resmi rincian harga terbaru untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai diterapkan per 1 Juni 2026. Penyesuaian harga jual ini dilakukan secara berkala sebagai respons terhadap fluktuasi harga energi di pasar global, sekaligus menyelaraskan dengan aturan pemerintah yang berlaku.

Melalui kebijakan paling anyar ini, terdapat variasi perubahan harga nominal di mana beberapa rumpun produk mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. 

Sebaliknya, terdapat pula varian BBM lainnya yang justru mengalami kenaikan harga atau tetap bertahan menggunakan nominal dari bulan sebelumnya.

Perubahan Harga BBM Nonsubsidi

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi milik Pertamina Patra Niaga, komoditas Dexlite (CN 51) saat ini turun menjadi Rp23.000 per liter dari harga jual sebelumnya yang berada di angka Rp26.000. 

Penurunan nilai ini memberikan angin segar bagi para pemilik kendaraan bermesin diesel yang memakai bahan bakar kelas menengah.

Langkah serupa juga diterapkan pada Pertamina Dex (CN 53) yang mencatatkan koreksi harga cukup dalam dari nominal Rp27.900 menjadi Rp24.800 per liter. Pengurangan harga jual pada kelompok diesel unggulan ini diharapkan mampu mendukung efisiensi biaya operasional bagi para penggunanya.

Di sisi lain, harga jual Pertamax (RON 92) terpantau tidak mengalami perubahan sama sekali dan tetap dijual pada angka Rp12.300 per liter untuk cakupan wilayah tertentu. 

Kondisi stabil ini juga diikuti oleh Pertamax Green 95 (RON 95) yang terpantau ajek pada angka Rp12.900 per liter, sejalan dengan ketetapan pada periode sebelumnya.

Akan tetapi, para konsumen Pertamax Turbo (RON 98) harus bersiap mengeluarkan dana lebih besar karena harganya dikoreksi naik menjadi Rp20.750 per liter. 

Pada periode sebelumnya, bahan bakar berkadar oktan tinggi ini dipatok pada angka Rp19.900 per liter khusus untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Berikut adalah daftar lengkap kisaran harga BBM Pertamina Juni 2026 di seluruh wilayah Indonesia:

Pertamax (RON 92): Harga Per Liter: Rp12.300 - Rp12.900

Pertamax Turbo (RON 98): Harga Per Liter: Rp20.750 - Rp21.650

Dexlite (CN 51): Harga Per Liter: Rp23.000 - Rp24.000

Pertamina Dex (CN 53): Harga Per Liter: Rp24.800 - Rp25.900

Rangkuman di atas memetakan rentang harga BBM nonsubsidi di berbagai daerah yang ikut dipengaruhi oleh variabel Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Berikut merupakan rincian detail per wilayah yang perlu Anda cermati sebelum melakukan pengisian bahan bakar.

Wilayah Sumatra

Untuk wilayah Sumatra, terdapat perbedaan harga yang didasarkan pada kebijakan daerah masing-masing serta biaya distribusi menuju wilayah tersebut. Secara umum, nominal harga di kawasan ini dipatok sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah di Pulau Jawa.

Berikut merupakan rincian harga BBM untuk jajaran provinsi di daratan Sumatra:

Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung: Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp21.200, Dexlite Rp23.500, Pertamina Dex Rp25.350.

Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau: Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp21.650, Dexlite Rp24.000, Pertamina Dex Rp25.900.

Informasi tersebut merangkum sebagian besar wilayah Sumatra dengan selisih harga pada angka desimal untuk beberapa jenis produk tertentu. Perbedaan ini menyesuaikan dengan besaran ketentuan pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.

Berikut adalah harga khusus untuk kawasan zona perdagangan bebas (Free Trade Zone):

FTZ Sabang: Pertamax Rp11.550 dan Dexlite Rp21.550 (Tidak tersedia varian Pertamax Turbo dan Pertamina Dex).

FTZ Batam: Pertamax Rp11.750, Pertamax Turbo Rp119.700 (khusus), Dexlite Rp21.850, Pertamina Dex Rp23.550.

Wilayah zona perdagangan bebas seperti Sabang dan Batam mendapatkan skema harga yang jauh lebih murah berkat adanya kebijakan fiskal khusus. Angka ini hanya berlaku secara resmi di SPBU yang beroperasi dalam area zona tersebut.

Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

Wilayah ini kerap dijadikan sebagai barometer harga berskala nasional karena volume kendaraan yang terhitung sangat padat serta jalur distribusi yang dinilai lebih stabil. Sebagian besar harga jual di wilayah ini dipatok seragam untuk setiap provinsinya.

Berikut merupakan daftar harga untuk cakupan wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara:

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur: Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Rp23.000, Pertamina Dex Rp24.800.

Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT): Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Rp23.000, Pertamina Dex Rp24.800.

Konsistensi harga di wilayah ini tentu memudahkan konsumen dalam memproyeksikan pengeluaran operasional kendaraan mereka sehari-hari. Nominal tersebut sudah masuk ke dalam kategori skema harga paling rendah untuk kelompok produk nonsubsidi di Indonesia.

Wilayah Kalimantan dan Sulawesi

Di area Kalimantan serta Sulawesi, proses distribusi bahan bakar dihadapkan pada tantangan geografis tersendiri yang turut memengaruhi regulasi penetapan harga. Walau demikian, Pertamina tetap berupaya keras menjaga stabilitas harga agar nilainya tetap kompetitif.

Berikut adalah harga BBM di berbagai provinsi kawasan Kalimantan dan Sulawesi:

Kalimantan Barat, Tengah, Timur, serta seluruh provinsi di Sulawesi: Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp21.200, Dexlite Rp23.500, Pertamina Dex Rp23.350.

Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan: Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp21.650, Dexlite Rp24.000, Pertamina Dex Rp25.900.

Adanya disparitas harga antarprovinsi di pulau yang sama umumnya dipicu oleh aturan regulasi pajak daerah yang bervariasi. Hal tersebut menimbulkan selisih sekitar Rp300 hingga Rp500 per liter untuk jenis produk BBM yang sama.

Wilayah Maluku dan Papua

Pertamina terus memegang komitmen kuat untuk menjaga ketersediaan energi hingga ke area pelosok timur Indonesia lewat implementasi kebijakan satu harga. Namun khusus untuk rumpun nonsubsidi, terdapat penyesuaian nilai yang mengekor pada biaya logistik serta besaran pajak setempat.

Berikut merupakan rincian harga untuk wilayah Maluku dan Papua:

Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah: Pertamax Rp12.600, Dexlite Rp23.500.

Papua Barat dan Papua Barat Daya: Pertamax Rp12.600, Dexlite Rp23.500, Pertamina Dex Rp25.350.

Papua: Pertamax Rp12.600, Dexlite Rp23.500, Pertamax Turbo Rp21.200.

Sejumlah area di wilayah timur Indonesia barangkali tidak menyediakan seluruh variasi produk BBM nonsubsidi secara lengkap. Ketersediaan stok riil di SPBU setempat sangat bergantung pada situasi pengiriman serta kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

Langkah penyesuaian harga BBM ini menjadi agenda rutin dari Pertamina guna tetap menjaga kualitas pelayanan sekaligus ketahanan pasokan energi nasional. Masyarakat diimbau agar selalu memantau perkembangan harga teranyar lewat saluran resmi demi mendapatkan informasi yang akurat.

Reporter: Gemilang Ramadhan