JAKARTA – Sejumlah saham mencatatkan koreksi tajam dan masuk dalam daftar top losers sepanjang periode perdagangan 2—5 Juni 2026. Saham PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI), hingga PT Aviana Sinar Abadi Tbk. (IRSX) menjadi beberapa emiten dengan pelemahan terdalam selama sepekan.
Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham APIC memimpin daftar top losers setelah anjlok 47,45% atau 465 poin dari Rp980 menjadi Rp515 per saham.
Posisi berikutnya ditempati saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) yang merosot 47,17% atau 100 poin ke level Rp112 per saham. Di peringkat ketiga terdapat saham PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) yang terkoreksi 43% menjadi Rp57 per saham.
Selanjutnya, saham FOLK melemah 37,38% ke posisi Rp134 per saham. Adapun saham ELPI turun 35,90% ke level Rp1.125 per saham, diikuti IRSX yang terkoreksi 35,29% menjadi Rp242 per saham.
Sementara itu, posisi berikutnya dalam daftar top losers ditempati saham TAMA yang melemah 35,03%, FUTR turun 34,64%, STAR terkoreksi 34,39%, dan BOGA yang merosot 34,33% ke level Rp880 per saham.
Sejalan dengan pelemahan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 8,69% sepanjang pekan ini dan menyeret kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut sekitar Rp922 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menuturkan pergerakan perdagangan saham selama sepekan ditutup dengan kinerja yang bervariasi.
"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami perubahan sebesar 8,69% sehingga ditutup pada level 5.594,765 dari posisi 6.127,381 pada pekan lalu," kata Kautsar dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Penurunan IHSG turut menekan kapitalisasi pasar BEI yang turun 8,59% menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun pada pekan sebelumnya. Dibandingkan dengan posisi awal tahun, kapitalisasi pasar Bursa telah menyusut sekitar Rp6.207 triliun atau 38,8%.
Berdasarkan data statistik BEI per 2 Januari 2026, kapitalisasi pasar saat itu mencapai Rp16.014 triliun dengan IHSG berada di level 8.748,13.
Di tengah pelemahan indeks dan kapitalisasi pasar, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,11 juta kali transaksi.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dibandingkan 30,95 miliar saham pada pekan sebelumnya. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 5,71% menjadi Rp26,97 triliun dari Rp28,38 triliun pada pekan lalu.