Harga Minyak Mentah ICP Anjlok ke 106,56 Dollar AS pada Mei 2026

ILUSTRASI, tambang minyak (Sumber Gambar : Net)
Minggu, 07 Juni 2026 | 12:32:42 WIB

JAKARTA – Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami penurunan yang cukup signifikan pada Mei 2026. Berdasarkan publikasi data terkini, nilai rata-rata ICP saat ini bertengger pada level 106,56 dollar AS per barel.

Nilai tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan periode April 2026 yang sempat menyentuh angka 117,31 dollar AS per barel. Perubahan ini memberikan gambaran terkini mengenai kondisi pasar energi domestik di tengah situasi global yang fluktuatif.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa tren penurunan ini beriringan dengan pergerakan harga minyak mentah utama di pasar internasional. Keterangan resmi tersebut disampaikan pada Sabtu (6/6/2026) melalui rilis tertulis yang diterima di Jakarta.

Laode menjelaskan bahwa harga minyak Dated Brent menjadi salah satu indikator utama yang juga sedang melemah. Kondisi ini secara otomatis menyeret turun nilai jual rata-rata minyak mentah Indonesia sepanjang periode bulan tersebut.

Faktor geopolitik menjadi pendorong utama di balik penurunan harga minyak mentah di awal tahun ini. Meredanya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memberikan dampak positif bagi stabilitas pasokan energi dunia.

Kondisi tersebut menciptakan atmosfer pasar yang lebih stabil dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Persediaan global yang mulai pulih secara berkala berhasil memangkas tekanan harga yang sempat melonjak akibat konflik.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi penurunan harga minyak dunia meliputi:

Sinyal positif deeskalasi ketegangan di Timur Tengah yang memberikan rasa aman bagi para pelaku pasar internasional.

Pandangan optimistis dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai potensi penyelesaian konflik regional.

Perkembangan yang signifikan dalam proses diplomasi antara pihak Amerika Serikat dan Iran.

Langkah Amerika Serikat untuk membatalkan rencana agresi militer lanjutan yang sebelumnya sempat mengancam stabilitas Iran.

Pemberian pengecualian sanksi sementara oleh Amerika Serikat terhadap pengiriman minyak Rusia yang telah berada di jalur laut.

Rangkaian proses negosiasi tersebut berhasil mengurangi kekhawatiran para pelaku pasar terhadap risiko gangguan distribusi energi. Kepastian mengenai ketahanan pasokan menjadi pendorong utama bagi penurunan harga di pasar internasional.

Untuk memahami fluktuasi harga secara lebih jelas, berikut adalah ringkasan perbandingan ICP dalam dua bulan terakhir.

Data perbandingan harga rata-rata minyak mentah Indonesia:

Periode Laporan: April 2026

Harga ICP (Per Barel): 117,31 dollar AS

Status Perubahan: Kenaikan Tertinggi

Periode Laporan: Mei 2026

Harga ICP (Per Barel): 106,56 dollar AS

Status Perubahan: Penurunan Signifikan

Data di atas menunjukkan penurunan yang tergolong tajam hanya dalam kurun waktu satu bulan. Penurunan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan ekonomi dalam negeri serta sektor energi di masa depan.

Reporter: Gemilang Ramadhan