Kelola 22 Lapangan, Produksi Migas Pertamina EP Capai Target 205 Ribu
JAKARTA – PT Pertamina EP (PEP) membukukan angka produksi minyak sebesar 68.338 barel minyak per hari (BOPD), gas bumi sebanyak 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD), sehingga total produksi minyak dan gas bumi mencapai 205.000 barel setara minyak per hari (MBOEPD) sepanjang periode tahun 2025.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai bentuk pertanggungjawaban Perusahaan berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas, pada Kamis (5/6) di Kantor Pusat Pertamina EP, Jakarta.
Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengoperasikan fasilitas hulu migas yang terbagi dalam 5 aset di 22 lapangan operasi, baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore), yang tersebar di 13 provinsi di wilayah Indonesia.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rachmat Hidajat mengungkapkan dalam keterangan tertulis kemarin, "Perusahaan mencatatkan produksi 68.338 barel minyak per hari (BOPD), gas 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD), dan total produksi minyak dan gas sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD)," ungkap dia.
Ia menambahkan, capaian operasional tersebut disokong oleh pengerjaan pengeboran pada 12 sumur eksplorasi serta 137 sumur pengembangan.
Selain itu, kegiatan eksplorasi juga diperkuat lewat akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D dengan cakupan luas 79 kilometer persegi. Sederet langkah ini berhasil menemukan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE serta tambahan cadangan terbukti P1 sebanyak 59 MMBOE.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rachmat Hidajat selaku Direktur Utama PT Pertamina EP memaparkan, “Capaian sepanjang lalu lalu, mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu.
Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien,” kata dia.
Rachmat memaparkan lebih lanjut bahwa wujud komitmen pada inovasi ini tampak dari kesuksesan pengaliran cairan (liquid onstream) pertama di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 yang berlokasi di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Keberhasilan tersebut mengawali produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang mencapai 7.250 BLPD, yang menjadi bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus–Gantar.
Prestasi ini membuktikan kapasitas Perusahaan dalam mengolah cadangan sekaligus menaikkan daya tampung produksi lewat inovasi pada operasional.
Tiap tingkatan pengembangan diimplementasikan dengan pengawasan disiplin tinggi, yang diperkuat lewat raihan lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa adanya Lost Time Injury (Zero LTI) serta sinergi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menambahkan, “Pendekatan ini memastikan setiap fasilitas kami beroperasi sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas Perusahaan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Melalui RUPST Tahun Buku 2025 ini, Pertamina EP mempertegas komitmennya dalam menjalankan transformasi operasional yang berkesinambungan dan adaptif.
Peningkatan performa pada sektor produksi, eksplorasi, serta keuangan dijalankan secara beriringan dengan penerapan asas Good Corporate Governance (GCG), budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta penciptaan inovasi teknologi demi mendongkrak efisiensi dan efektivitas bisnis Perusahaan.
Melihat dari parameter kinerja korporasi, Pertamina EP sukses meraih credit rating AAA (Sangat Sehat), yang merupakan peringkat tertinggi dalam skala nasional dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat ini menjadi bentuk validasi atas fundamental bisnis yang kuat serta tata kelola Perusahaan yang sehat.
Faktor keselamatan dalam bekerja serta kelestarian lingkungan hidup tetap ditempatkan sebagai fokus utama bagi Perusahaan. Di sepanjang tahun 2025, Pertamina EP berhasil menorehkan catatan lebih dari 3,12 juta jam kerja aman.
Perusahaan juga sukses menyabet 17 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau serta 4 PROPER Biru yang dianugerahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Langkah konkret pada aspek keberlanjutan turut diimplementasikan melalui realisasi 444 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program-program ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi, kelestarian lingkungan, sarana infrastruktur, hingga manajemen kebencanaan, yang tersebar pada 30 kabupaten/kota di 13 provinsi tempat wilayah operasi Perusahaan.
Agenda TJSL Pertamina EP ini telah menyalurkan kontribusi positif bagi lebih dari 40 ribu masyarakat penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Morry Ermond selaku Komisaris Utama PT Pertamina EP memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, Perusahaan sanggup memperlihatkan performa kerja yang efektif untuk menjaga kelangsungan bisnis dan meraih hasil maksimal, meski dihadapkan pada beragam dinamika tantangan eksternal, baik yang berasal dari dalam negeri maupun ranah global.
Pada kesempatan yang sama, VP Controller PHE, Caesarian, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian operasional dan finansial PT Pertamina EP.
Catatan khusus diberikan pada performa produksi minyak yang merangkak naik bila disandingkan dengan tahun 2024, pengelolaan produksi gas yang positif, serta peningkatan cadangan P1 yang berhasil melampaui target awal.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Caesarian menutup dengan mengatakan, “Untuk tahun 2026 ini, Pemegang Saham mengharapkan Perusahaan dapat terus melaksanakan akselerasi transformasi bisnis, menguatkan implementasi prinsip HSSE, meningkatkan upaya untuk mencapai target temuan sumber daya 2C, dan meningkatkan kinerja produksi yang berdampak pada peningkatan laba Perusahaan,” kata dia.