Tren Penurunan Bayangi IHSG, Phintraco Sekuritas Sodorkan 5 Saham

ILUSTRASI, saham (Sumber Gambar : Net)
Senin, 08 Juni 2026 | 11:55:24 WIB

JAKARTA — Tim analis Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan menghadapi tren pelemahan sepanjang minggu ini. Hal tersebut dipicu oleh hadirnya berbagai sentimen negatif yang memberikan tekanan pada pasar.

Pergerakan IHSG dalam satu pekan ke depan diperkirakan berada pada rentang batas resistance 5.700, titik pivot 5.600, dan level support pada angka 5.500. 

Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima emiten saham pilihan yang dianggap berpotensi memberikan keuntungan pada minggu ini, terutama yang bergerak di sektor industri pertambangan dan komoditas emas, termasuk saham EMAS.

Berdasarkan penjelasan dari Phintraco Sekuritas, tekanan berat yang membayangi pasar saham domestik berasal dari kombinasi faktor eksternal dan internal. 

Dari luar negeri, deretan indeks saham utama di bursa Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (5/6/2026) akibat maraknya aksi jual saham di sektor korporasi teknologi, khususnya pada industri chip.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Sentimen negatif diperkuat oleh data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (8/6/2026).

Pihak Phintraco Sekuritas memaparkan, rilis data nonfarm payrolls (NFP) di AS tercatat mencapai angka 172 ribu untuk periode Mei 2026. Angka tersebut melonjak jauh di atas proyeksi pasar yang sebelumnya berada di level 80 ribu. Kondisi makro ini pada akhirnya memicu kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

Situasi tersebut, lanjut Phintraco Sekuritas, ikut memperkuat dugaan pasar bahwa bank sentral The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Pada waktu yang sama, harga emas internasional merosot sebesar 2,2% ke level US$ 4.375 per ons troi pada sesi perdagangan Jumat (5/6/2026).

Di sisi lain, harga komoditas minyak mentah juga terpantau mengalami koreksi. Kendati begitu, para pelaku pasar tetap waspada terhadap gertakan Iran yang mengancam akan menutup akses Selat Bab el-Mandeb jika eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memanas.

Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa para investor global juga akan mencermati sejumlah agenda penting sepanjang minggu ini. 

Agenda tersebut mulai dari perkembangan konflik antara AS-Iran, hasil pertemuan OPEC+, hingga rencana aksi korporasi penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di bursa Nasdaq yang diperkirakan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.

Sementara dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pasar sedang menunggu rilis beberapa data ekonomi makro yang krusial. 

Beberapa di antaranya adalah laporan cadangan devisa periode Mei 2026 pada 8 Juni, data indeks kepercayaan konsumen Mei 2026 pada 10 Juni, serta data kinerja penjualan eceran periode April 2026 pada 11 Juni.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menilai iklim investasi domestik saat ini masih dibayangi berbagai kekhawatiran. Hal ini meliputi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kabar burung mengenai potensi diadakannya Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat oleh Bank Indonesia, hingga isu perombakan posisi Menteri Keuangan dan Gubernur BI.

Masih bersumber dari penjelasan Phintraco Sekuritas, kecemasan pasar semakin meningkat karena adanya risiko penurunan peringkat utang luar negeri Indonesia oleh lembaga S&P, serta potensi diturunkannya status pasar modal Indonesia menjadi kelompok frontier market oleh MSCI.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Untuk itu, IHSG pekan ini diprediksi masih fluktuatif dengan rentang support 5.400-5.500 dan resistance 5.700-5.800,” papar Phintraco Sekuritas.

Walau tekanan sentimen negatif tampak masih mendominasi pergerakan, Phintraco Sekuritas tetap menawarkan lima saham yang diperkirakan mampu menghasilkan kinerja positif, yaitu PT Sumber Global Energy Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Reporter: Gemilang Ramadhan