RUPST Setujui Rencana Telkom Lakukan Buyback Saham Rp4 Triliun

ILUSTRASI, investor (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 09 Juni 2026 | 10:19:58 WIB

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk menjalankan program pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran maksimal sebesar Rp4 triliun. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada Senin (8/6/2026).

Direktur Utama TLKM Dian Siswarini mengonfirmasi bahwa program pembelian kembali saham tersebut dapat dieksekusi melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, baik secara bertahap ataupun sekaligus. 

Proses buyback ini bakal berjalan selama 12 bulan sesudah mengantongi izin RUPST, yakni terhitung mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Menurut Dian, langkah buyback ini ditempuh sebagai bagian dari strategi korporasi demi mendongkrak nilai pemegang saham serta mengawal stabilitas harga saham TLKM di tengah situasi pasar yang dinamis.

"Aksi korporasi ini dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar," ujar Dian dalam keterangan resmi pada Senin (8/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Persetujuan untuk melakukan buyback ini didapatkan di kala pergerakan saham TLKM sedang dibayangi tekanan sepanjang tahun berjalan. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, saham TLKM ditutup melemah sebesar 14,86% menuju level Rp2.350 pada sesi perdagangan Senin (8/6/2026).

Di sisi lain, Dian memastikan bahwa performa fundamental bisnis perusahaan tetap terjaga dengan baik di tengah langkah transformasi yang sedang digulirkan. 

Sepanjang tahun 2025, TLKM mencatatkan pendapatan senilai Rp146,74 triliun dengan perolehan EBITDA sebesar Rp72,24 triliun serta laba bersih mencapai Rp17,81 triliun.

Dian memaparkan bahwa perusahaan terus memacu eksekusi strategi transformasi TLKM 30. Strategi ini dititikberatkan pada peningkatan efisiensi operasional, penyederhanaan portofolio bisnis, monetisasi aset infrastruktur, hingga transisi model operasional menjadi HoldCo–OpCo.

"Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah," tutur Dian, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain memberikan lampu hijau untuk aksi buyback saham, para pemegang saham juga menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun. 

Jumlah tersebut dialokasikan dari laba bersih tahun buku 2025 sekitar Rp17,8 triliun dan sisanya sekitar Rp4,2 triliun memanfaatkan saldo laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya.

Dian mengutarakan bahwa kebijakan pembagian dividen ini diambil dengan menimbang titik keseimbangan antara pengembalian dana bagi pemegang saham serta pemenuhan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.

"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat," ungkap Dian, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penyaluran dividen ini dijadwalkan bakal dilakukan paling lambat pada 10 Juli 2026 bagi para pemegang saham yang namanya sah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan sesi perdagangan tanggal 19 Juni 2026.

Momen RUPST tersebut turut mengesahkan perombakan pada susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. 

Angga Raka Prabowo resmi ditunjuk menempati posisi Komisaris Utama, sedangkan Dian Siswarini tetap dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Utama Telkom guna mengawal kelanjutan agenda transformasi serta ekspansi bisnis digital perusahaan.

Reporter: Gemilang Ramadhan