JAKARTA – TensorWave merampungkan putaran pendanaan Seri B dengan nilai valuasi pasca-pendanaan yang menyentuh angka 1,55 miliar dolar AS, usai memperoleh suntikan dana sebesar 350 juta dolar AS dalam investasi yang dikomandoi oleh Advanced Micro Devices (AMD) serta hedge fund Magnetar Capital.
Perusahaan rintisan komputasi awan yang beroperasi di Las Vegas ini secara khusus memanfaatkan perangkat keras maupun perangkat lunak bikinan AMD, alih-alih menggunakan produk dari sang pemimpin pasar, Nvidia.
Pendanaan terbaru ini hampir melewati nilai TensorWave pada kisaran setahun yang lalu, di mana kala itu korporasi tersebut mendulang 100 juta dolar AS pada putaran yang dinakhodai oleh Magnetar dan AMD yang memosisikan penilaian perusahaan di angka sekitar 400 juta dolar AS.
TensorWave memiliki rencana untuk memakai modal anyar tersebut demi meningkatkan kapasitas pusat data mereka lewat pemanfaatan chip besutan AMD.
Darrick Horton, selaku co-founder sekaligus chief executive TensorWave yang kini berumur 28 tahun, mengutarakan bahwa perusahaan rintisan ini enggan memakai unit pemrosesan grafis kepunyaan Nvidia ataupun produk sejenis lainnya lantaran adanya kecemasan terkait dominasi Nvidia yang terlampau kuat di pasar infrastruktur AI.
"Kami ingin mencari cara untuk memecahkan masalah bagi pelanggan dan memulihkan persaingan di pasar," kata Horton, sebagaimana dilansir dari berita sumber. "Saya tidak suka membeli sesuatu dari monopoli. Anda tidak memiliki banyak daya tawar."
Horton menjabarkan bahwa pada tahun 2023, sewaktu TensorWave baru saja dirintis, Nvidia berstatus sebagai "monopoli secara default" dan para konsumen amat mendambakan opsi untuk beralih ke pemasok lain.
Pada saat ini, beraneka macam startup serta korporasi skala besar sedang berjuang keras demi menyediakan opsi komputasi alternatif bagi laboratorium AI maupun konsumen korporat besar di luar ekosistem Nvidia.
Beberapa di antaranya yakni Cerebras, yang merakit chip seukuran piring demi mengoperasikan model AI secara cepat dan baru saja melangsungkan penawaran umum perdana di bursa efek bulan lalu, Majestic Labs AI yang merancang chip dengan kapasitas ruang penyimpanan memori yang sangat masif, serta Decart yang mengembangkan perangkat lunak untuk mempermudah transisi antarteknologi komputasi.