WBSA Siapkan Rp215 Miliar Akuisisi BIL demi Ekspansi Logistik Laut

ILUSTRASI, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:30:33 WIB

JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) tengah bersiap untuk mengambil alih PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dengan nilai transaksi mencapai Rp215 miliar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi ekspansi pada sektor transportasi dan logistik multimoda. 

Proses akuisisi ini memanfaatkan dana yang diperoleh dari IPO, di mana perusahaan akan membeli sebanyak 191.250 lembar saham atau setara dengan 99,99% kepemilikan BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

Berdasarkan data dari keterbukaan informasi emiten, pendanaan untuk transaksi ini sepenuhnya bersumber dari hasil penawaran umum perdana saham (IPO) WBSA. 

Dikarenakan nilai transaksi ini melewati angka 50% dari total ekuitas perseroan, aktivitas ini dikategorikan ke dalam transaksi material sebagaimana diatur oleh ketentuan OJK.

Pihak manajemen WBSA menerangkan bahwa aksi akuisisi ini dilakukan guna memperkokoh kedudukan perseroan sebagai penyedia jasa logistik multimoda yang terintegrasi. 

Melalui kepemilikan BIL, perusahaan bakal mendapatkan jalan masuk yang lebih luas ke area pertambangan serta komoditas hulu yang memerlukan jasa logistik dalam kapasitas besar dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan. 

Bukan hanya memperlebar jangkauan pasar, penggabungan ini juga ditargetkan dapat memvariasikan basis pelanggan sekaligus menekan ketergantungan pada beberapa klien utama saja.

Perseroan memiliki pandangan bahwa perpaduan portofolio pelanggan serta wilayah operasional dari kedua entitas ini mampu menghadirkan struktur pendapatan yang lebih seimbang di beragam sektor industri. 

Ditinjau dari aspek operasional, proses penyatuan dengan BIL diestimasi dapat memicu efisiensi pada biaya transportasi, memaksimalkan penggunaan armada, meningkatkan koordinasi antarmoda, serta meminimalkan ketergantungan pada vendor eksternal. 

Kerja sama strategis ini dirasa mampu mendongkrak daya saing WBSA dalam sektor industri logistik B2B yang saat ini semakin memerlukan pelayanan terpadu dari sektor hulu hingga hilir.

BIL sendiri merupakan sebuah perusahaan holding yang memegang kepemilikan penuh atas PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), sebuah operator angkutan laut domestik khusus barang dan jasa pendukung sektor pertambangan. 

Ditinjau dari performa keuangan, BIL mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp980,15 miliar dalam jangka waktu sejak perusahaan didirikan pada Maret 2025 sampai penutupan tahun 2025. 

Kendati demikian, perusahaan terpantau masih mengalami kerugian bersih senilai Rp4,57 miliar, dengan jumlah aset menyentuh Rp576,46 miar dan total ekuitas sebesar Rp187,07 miliar.

Lembaga penilai independen KJPP Kusnanto & Rekan memperkirakan nilai pasar untuk 99,99% saham BIL berada di angka Rp222,68 miliar. Dengan begitu, nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp215 miliar terhitung sekitar 3,45% lebih murah dari nilai pasar, sehingga dianggap wajar secara finansial.

Berdasarkan laporan kajian kewajaran, aksi korporasi ini berpeluang memperkuat struktur finansial konsolidasi milik WBSA. Saat akuisisi ini sah berjalan, rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari perseroan diperkirakan bakal turun dari posisi 191,55% menjadi 173,52%. 

Walau transaksi ini tergolong ke dalam afiliasi lantaran adanya kesamaan pengurus serta pihak pengendali antara WBSA dan BNL, manajemen menegaskan tidak terdapat benturan kepentingan. 

Aksi ini pun telah mengantongi persetujuan dari beberapa kreditur, seperti PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Untuk merampungkan proses akuisisi, WBSA bakal meminta restu terlebih dahulu kepada para pemegang saham lewat agenda RUPSLB yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026. 

Daftar pemegang saham yang memiliki hak hadir (recording date) sudah ditentukan pada 12 Mei 2026, sedangkan pemanggilan untuk rapat tersebut telah dipublikasikan pada 13 Mei 2026.

Mengenai aksi IPO, WBSA secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 April 2026. Perusahaan menawarkan sebanyak 1,8 miliar lembar saham baru, yang merepresentasikan 20,75% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Pada saat proses bookbuilding yang berlangsung pada 25–27 Maret 2026, saham WBSA ditawarkan pada rentang harga Rp150 sampai Rp170 per lembar. 

Pihak perseroan kemudian menetapkan harga penawaran final di angka Rp168 per lembar saham. 

Lewat skema harga ini, WBSA sukses mengumpulkan dana segar berkisar Rp302,4 miliar dari lantai bursa. 

Mayoritas dana hasil IPO tersebut diproyeksikan untuk menyokong perluasan bisnis perusahaan. 

Dana senilai Rp215 miliar diplot untuk mengambil alih 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), sementara sisa dananya akan dialokasikan sebagai modal kerja dalam rangka memperkuat operasional sekaligus pelayanan logistik multimoda.

Reporter: Gemilang Ramadhan