The Fed Tahan Suku Bunga di Kisaran 3,50 sampai 3,75 Persen
JAKARTA – Federal Reserve resmi mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen–3,75 persen di bawah kepemimpinan Kevin Warsh sebagai kepala Federal Reserve. Para pembuat kebijakan memproyeksikan bakal ada peningkatan biaya pinjaman di akhir tahun ini seiring dengan melonjaknya kekhawatiran mengenai inflasi yang masih berada di atas target 2 persen.
Sebanyak sembilan dari 19 pembuat kebijakan bank sentral saat ini meyakini pentingnya kenaikan suku bunga tahun ini, merujuk pada proyeksi kuartalan paling baru.
Warsh sendiri tidak mengutarakan pandangan spesifik mengenai arah jalur suku bunga dalam konferensi pers pertamanya, namun dirinya mengingatkan agar tidak berspekulasi terlalu jauh mengenai arah kebijakan ke depan.
Pernyataan kebijakan paling baru tersebut telah menghapus seluruh panduan terkait pergerakan suku bunga di masa mendatang sebagai tanda awal dari pengaruh Warsh.
Dokumen yang sekarang dikemas lebih ringkas itu hanya berisi keputusan suku bunga serta penegasan terkait komitmen bank sentral dalam menjaga kecukupan cadangan dalam sistem perbankan.
Warsh memandang bahwa panduan ke depan (forward guidance) sudah tidak lagi relevan dengan situasi ekonomi saat ini. "Saya tidak dapat memberikan panduan ke depan tentang apa yang akan kami lakukan selanjutnya. Kabar baiknya adalah kami akan bertemu dalam enam minggu," kata Warsh sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dokumen yang telah dipangkas tersebut kembali memakai format awal, mirip dengan yang dulu pernah diterapkan oleh mantan Ketua Fed, Alan Greenspan. Keputusan ini pun memperoleh persetujuan mutlak 12-0 oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
Warsh juga turut mengumumkan rencana peluncuran rangkaian gugus tugas guna mengkaji secara luas operasional bank sentral. Tinjauan mendalam tersebut bakal mencakup sistem komunikasi, pemanfaatan neraca keuangan, data yang dipergunakan, hingga kerangka kerja dalam mengatasi inflasi.