BSDE Absen Bagi Dividen dan Tahan Laba Rp2,54 Triliun untuk Ekspansi

ILUSTRASI, PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09:33 WIB

JAKARTA – Emiten properti dari kelompok usaha Sinar Mas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menetapkan kebijakan untuk tidak membagikan dividen dari perolehan laba tahun buku 2025. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 17 Juni 2026, para pemegang saham memberikan persetujuan untuk mengalokasikan mayoritas laba bersih perseroan sebagai laba ditahan. Langkah ini diambil dengan tujuan memperkuat struktur permodalan sekaligus menyokong ekspansi bisnis di masa mendatang.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengungkapkan bahwa peluang bagi pertumbuhan sektor properti di tingkat nasional masih terbuka lebar. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami memandang bahwa penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham," ujarnya.

Kebijakan tersebut diputuskan di kala performa keuangan serta operasional BSDE memperlihatkan hasil yang solid sepanjang 2025. Perusahaan sukses meraup prapenjualan (marketing sales) senilai Rp10,04 triliun. 

Angka tersebut melampaui target awal sebesar Rp10 triliun dan mencatatkan pertumbuhan sekitar 3% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp9,72 triliun. 

Sektor residensial, khususnya produk hunian tapak di kawasan BSD City beserta beberapa proyek township lainnya, menjadi penyumbang utama terhadap hasil prapenjualan ini.

Jika ditinjau dari aspek performa keuangan, total pendapatan usaha yang dikantongi oleh BSDE mencapai Rp12,79 triliun, diiringi dengan peningkatan nilai aset sebesar 4,27% menjadi Rp79,27 triliun pada akhir periode 2025. 

Komponen ekuitas perseroan pun turut terkerek naik sebesar 11,31% menjadi Rp52,67 triliun, sedangkan untuk posisi kas dan setara kas tercatat berada di level Rp10,28 triliun. 

Di samping itu, perusahaan mampu menjaga kesehatan struktur permodalan dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas di angka 8,68%. Angka ini dinilai memberikan keleluasaan bagi perusahaan guna meneruskan agenda ekspansi secara berkelanjutan.

Bukan hanya menyepakati alokasi penggunaan laba bersih, pemegang saham dalam forum tersebut juga meresmikan pergantian susunan pengurus internal perusahaan.

RUPSLB menerima surat pengunduran diri yang diajukan oleh Muktar Widjaja dari kedudukannya selaku Presiden Komisaris, serta Michael J.P. Widjaja dari posisinya sebagai Wakil Presiden Direktur. 

Pihak perseroan pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas segala sumbangsih serta kepemimpinan yang telah diberikan oleh keduanya demi kemajuan BSDE selama masa baktinya.

Untuk masa jabatan yang berjalan hingga penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2029, posisi Presiden Komisaris kini resmi ditempati oleh Teky Mailoa, sementara Franciscus Xaverius R.D tetap mengemban amanah sebagai Presiden Direktur.

Berikut merupakan susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang mulai berlaku sejak selesainya RUPSLB sampai dengan penutupan RUPS Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2029:

Susunan Direksi BSDE

Presiden Direktur: Franciscus Xaverius R.D

Direktur: Lie Jani Harjanto

Direktur: Syukur Lawigena

Direktur: Hermawan Wijaya

Direktur: Liauw Herry Hendarta

Direktur: Monik William

Direktur: Ir. Siswanto Adisaputro

Susunan Dewan Komisaris BSDE

Presiden Komisaris: Teky Mailoa

Komisaris: Hongky J. Nantung

Komisaris Independen: Prof. Dr. Teddy Pawitra

Komisaris Independen: Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan

Komisaris Independen: Irhoan Tanudiredja

Melangkah pada tahun 2026, BSDE mematok target perolehan marketing sales di angka Rp10 triliun, di mana fokus utamanya diarahkan pada pengerjaan sektor residensial. 

Manajemen memproyeksikan bahwa sektor residensial bakal menyumbangkan dana sebesar Rp5 triliun atau setara dengan 50% dari keseluruhan target prapenjualan tahun ini. 

Target tersebut kemudian akan diikuti oleh kontribusi dari sektor komersial senilai Rp3,5 triliun serta sektor-sektor lainnya yang ditargetkan menyumbang sebesar Rp1,5 triliun.

Reporter: Gemilang Ramadhan