Prospek Saham Ritel Juni 2026: Cek Target Harga MIDI hingga ACES

Suasana di Bursa Efek Indonesia (Sumber Gambar : Net)
Senin, 22 Juni 2026 | 11:52:16 WIB

JAKARTA - Perusahaan publik di bidang ritel membukukan capaian performa yang impresif pada triwulan pertama tahun 2026.
Tingkat konsumsi masyarakat hingga program diskon diperkirakan bakal menjadi stimulan utama yang mengarahkan laju performa sektor ritel ke depan.
Beberapa pengamat pasar modal membagikan panduan investasi untuk saham perusahaan ritel. Perhatikan tinjauan mendalam mengenai rekomendasi saham sektor ritel di bawah ini.

1. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
MIDI membukukan nilai perolehan omzet sebesar Rp 5,88 triliun pada triwulan pertama tahun 2026, atau mengalami kenaikan 6,4% secara tahunan (year on year/yoy). Angka keuntungan bersih MIDI turut terkerek naik sebesar 39,5% yoy menjadi Rp 265,57 miIiar.

MIDI memiliki agenda untuk konsisten melancarkan penetapan usaha ke wilayah luar pulau Jawa yang dinilai lebih stabil, dibarengi dengan langkah memperbanyak portofolio produk segmen bawah, termasuk komoditas rokok, guna menghadirkan opsi yang lebih ekonomis. 

Langkah taktis MIDI dalam mengoptimalkan momentum dari kecenderungan downtrading serta tata kelola biaya secara konsisten diprediksi sanggup memacu pertumbuhan omzet.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber:
Rekomendasi: Add
Target harga: Rp 490
Baruna Arkasatyo, CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya pada 8 Mei 2026

2. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)
Pihak manajemen mengestimasikan bakal mendirikan kisaran 300 unit gerai anyar di sepanjang tahun 2026.
MAPA juga mengagendakan peluncuran beberapa gerai Lego pada tahun ini di wilayah Jawa Timur, sekaligus menjajaki potensi ekspansi di pulau Sumatra dan Kalimantan, kendati tidak menjabarkan secara rinci total gerai Lego yang hendak dibangun tersebut.

Kebijakan penyesuaian harga diterapkan oleh korporasi demi memikat minat konsumen.
Melalui instrumen taktis tersebut, korporasi berharap sanggup menorehkan pertumbuhan omzet pada lini bisnis mainan anak-anak.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber:
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 900
Permada Darmono, UBS Sekuritas Indonesia dalam risetnya pada 21 Mei 2026

3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Gerai retail eksklusif milik MAPI diproyeksikan konsisten menjadi penopang utama dalam mencatatkan pertumbuhan performa.
Indikator ini tercermin lewat lonjakan omzet yang tumbuh sebesar 37% yoy pada triwulan pertama tahun 2026.
Sektor usaha di luar negeri pun terus berada pada tren positif dengan menyumbang porsi 21,5% terhadap total perolehan omzet korporasi.

Walau demikian, beberapa potensi risiko yang patut diwaspadai di antaranya adalah pelemahan tajam nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengingat MAPI mendatangkan sebagian besar pasokan barang dagangannya lewat jalur impor, pemutusan kemitraan lisensi merek utama, kenaikan biaya royalti produk, hingga pergeseran fundamental di struktur manajemen.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber:
Rekomendasi: Overweight
Target harga: Rp 1.690
Benny Kurniawan, JP Morgan Sekuritas Indonesia dalam risetnya pada 30 April 2026

4. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
ACES menyiapkan alokasi anggaran modal (capital expenditure) di kisaran Rp 400 miliar hingga Rp 450 miliar. Alokasi dana tersebut bakal direalisasikan guna mendukung ekspansi serta memperkokoh sistem operasional korporasi.

Pada tahun ini, jajaran manajemen mematok sasaran untuk meluncurkan sekitar 25–30 gerai AZKO anyar, utamanya membidik kawasan perkotaan tier dua dan tiga, bersandingan dengan pendirian 40–50 gerai NEKA anyar di beragam wilayah tanah air.

Kebijakan pemasaran omnichannel pun terus dioptimalkan demi menaikkan level interaksi dengan pelanggan sekaligus memacu pertumbuhan lewat platform digital.

Varian produk pada lini smart home dan smart kitchen, berikut realisasi program pembaruan tampilan gerai yang telah berjalan, juga konsisten disuguhkan bagi para pelanggan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber:
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 500
Paulina Margareta, Maybank Sekuritas dalam risetnya pada 25 Mei 2026

Reporter: Gemilang Ramadhan