Strategi INTA Perkuat Kinerja 2026 Lewat Bisnis Rental Alat Berat
JAKARTA – PT Intraco Penta Tbk (INTA) sedang merancang serangkaian langkah strategis demi meningkatkan performa perusahaan di sepanjang tahun 2026. Rencana kerja tersebut meliputi akselerasi pembayaran utang, optimalisasi konsumen strategis, hingga ekspansi pada sektor penyewaan alat berat demi menghadirkan aliran pendapatan yang konsisten.
Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim, mengungkapkan bahwa pihak manajemen bakal konsisten memprioritaskan pengokohan fundamental bisnis dalam menghadapi situasi ekonomi serta hambatan di sektor industri.
Target krusial pada tahun ini salah satunya ialah mempercepat penyelesaian kewajiban utang demi menyehatkan postur modal sekaligus memangkas beban biaya finansial.
"Perseroan berkomitmen untuk menjalankan strategi bisnis yang pruden, adaptif, dan berorientasi jangka panjang dengan dukungan penuh dari seluruh pemegang saham, pelanggan, mitra usaha, dan karyawan. Kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memperkuat posisi perseroan di masa mendatang," ujar Petrus sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Bukan hanya menyehatkan kondisi keuangan, INTA pun membidik kenaikan sumbangsih omzet dari para konsumen inti lewat metode key account serta project-based sales. Skema ini diproyeksikan mampu memperluas pangsa pendapatan yang bersumber dari pelanggan premium pemegang proyek berdurasi panjang.
Di samping itu, perusahaan konsisten memacu ekspansi pada sektor jasa rental alat berat lewat entitas anak usahanya. Sektor tersebut dipandang mempunyai sifat pendapatan yang berulang (recurring income), sehingga mampu menjadi pilar penyokong performa yang jauh lebih konsisten ketimbang sektor perdagangan unit alat berat.
Mengenai aspek investasi, INTA bakal memberlakukan regulasi pengeluaran modal secara ketat dan terukur dengan mengutamakan kepemilikan aset yang menunjang operasional utama. Penempatan dana ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi nilai tambah yang paling efisien bagi korporasi ke depannya.
"Kami harap langkah-langkah yang sudah dipersiapkan tersebut dapat semakin memperkuat daya saing perseroan, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan pada masa mendatang," kata Petrus sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sepanjang tahun 2025, INTA memperoleh pendapatan usaha secara konsolidasian mencapai Rp966,92 miliar, atau mengalami kenaikan dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp954,68 miliar.
Perusahaan juga berhasil memangkas nominal rugi bersih hingga menyusut ke angka Rp81,09 miliar, dari posisi rugi Rp117,84 miliar pada tahun 2024.
Pihak manajemen memandang bahwa tren pemulihan tersebut merupakan dampak positif dari beragam proses transformasi, termasuk di antaranya optimalisasi efisiensi kerja lapangan serta penguatan sistem tata kelola korporasi.
Seluruh agenda pembahasan yang diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Jumat (19/6/2026) pun telah memperoleh kesepakatan mutlak dari para investor pemilik saham.