RUPST CFIN Setujui Jahja Anwar sebagai Direktur Utama Clipan Finance

ILUSTRASI, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:29:50 WIB

JAKARTA – PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) secara resmi menunjuk Jahja Anwar sebagai pemimpin baru perseroan. Jahja bakal mengisi posisi Direktur Utama guna menggantikan Harjanto Tjitohardjojo yang mengundurkan diri seiring rampungnya masa bakti selama lima tahun.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (18/6/2026), perusahaan pembiayaan yang bernaung di bawah Panin Group tersebut menyepakati pengangkatan Jahja Anwar sebagai direktur utama yang baru.

Kendati demikian, jabatan tersebut baru akan berlaku efektif sesudah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengingat status Clipan Finance sebagai penyedia jasa keuangan. 

Jahja diwajibkan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terlebih dahulu sebelum mendapatkan persetujuan dari pihak regulator.

Sosok Jahja sejatinya bukan figur asing di internal Clipan Finance. Dirinya telah bergabung bersama perseroan semenjak tahun 2012 dengan mengemban posisi Executive Vice President (EVP). Memasuki tahun 2013, ia dipercaya menduduki kursi direktur perseroan hingga tahun 2026.

Berbeda dari figur pendahulunya yang memiliki rekam jejak panjang di Astra Group, Jahja yang berumur lebih senior dibanding Harjanto mempunyai rekam jejak yang panjang di sektor industri jasa keuangan. Dirinya merupakan alumnus dari DePaul University of Chicago, AS pada tahun 1990.

Perjalanan kariernya di sektor keuangan diawali di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), sebelum kemudian beralih ke PT Lippo Bank pada tahun 1998. Di kala krisis melanda Indonesia, ia memantapkan diri hijrah ke AS guna merintis karier di PT Union Bank of California pada tahun 1999.

Pria yang kini menginjak usia 62 tahun itu juga sempat tercatat berkarier di Wells Fargo Bank dengan posisi selaku Country Manager sebelum akhirnya melabuhkan karier di Clipan Finance (2004-2012). Jauh sebelum kurun waktu tersebut, ia pun pernah bekerja di Bank of New York dengan jabatan yang sama selaku Country Manager.

Walau usianya sudah tidak muda lagi, modal rekam jejak serta pengalaman mentereng yang dimiliki Jahja dipandang menjadi poin krusial baginya dalam memimpin Clipan Finance mengarungi ketatnya persaingan di industri pembiayaan yang penuh tantangan.

Pada tahun 2026, Clipan Finance menargetkan penyaluran untuk pembiayaan baru mampu menyentuh angka Rp5,8 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 17 persen bila disandingkan dengan perolehan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp4,9 triliun.

Sektor pendapatan bersih pun ditargetkan terkerek naik 5 persen menuju angka Rp1,7 triliun, dibarengi estimasi pertumbuhan laba bersih secara moderat yang dibidik mencapai Rp223 minto

Reporter: Gemilang Ramadhan