Paramount Land Rilis Bisnis Loft Rp49,5 Miliar di Gading Serpong

ILUSTRASI, Paramount Land (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 23 Juni 2026 | 12:04:25 WIB

JAKARTA – Paramount Land terus memperkuat pengembangan area komersial di kawasan Gading Serpong. Langkah ini diambil sejalan dengan pertumbuhan pesat kawasan kota mandiri tersebut serta meningkatnya jumlah penduduk yang mendorong tingginya permintaan terhadap produk komersial.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk yang menetap di kawasan kota mandiri Gading Serpong kini telah menembus angka 120.000 jiwa. 

Secara lebih spesifik, jumlah penghuni untuk area yang dikembangkan oleh Paramount Land sendiri sudah mencapai kisaran 70.000 jiwa.

Langkah terbaru yang dilakukan, Paramount Land memperkenalkan kawasan komersial baru seluas 6 hektare (ha) yang terletak di pusat bisnis Gading Serpong dengan nama Victoria Central District. 

Kawasan ini akan dikembangkan sebagai area komersial premium karena posisinya yang dinilai sangat strategis, yaitu menghadap langsung ke Jalan Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 yang dilewati oleh 15.000 kendaraan per jam.

Pada tahap pertama, Paramount Land langsung meluncurkan dua produk di kawasan tersebut, yakni Victoria Business Loft dan Oxford Square–YOSECA Loft. 

Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyebutkan bahwa kedua produk tersebut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan akan ruang bisnis dengan ukuran yang lebih luas di kawasan Gading Serpong.

“Produk yang kami tawarkan ini berbeda dengan produk komersial sebelumnya yang sudah diluncurkan. Ini menarik karena lokasinya yang sangat premium,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (22/6/2026).

Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, menjelaskan bahwa Victoria Business Loft nantinya akan dihadirkan sebanyak 18 unit, namun untuk tahap awal ini baru dipasarkan 10 unit terlebih dahulu. 

Produk rumah kantor tersebut memiliki luas tanah 12 x 20 meter dan 14 x 20 meter, dengan luas bangunan berkisar antara 1.500 meter persegi (m²) hingga 1.700 m². Properti Victoria Business Loft ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp49,5 miliar.

“Tahun ini, produk ini ditargetkan terjual sebanyak lima unit dengan target marketing sales Rp200 miliar,” ujar Ferry, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Oxford Square–YOSECA Loft dibangun sebanyak 31 unit dengan ukuran luas tanah 5 x 17 meter dan luas bangunan sebesar 300 m². 

Produk ruko ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp7 miliar. Seluruh unit tersebut ditargetkan bisa habis terjual pada tahun ini dengan target marketing sales mencapai Rp200 miliar.

Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu, menjelaskan bahwa Victoria Business Loft menerapkan desain ikonik berupa Urban Lantern Facade, yaitu fasad semi-transparan yang dilengkapi lampu, serta Curtain Wall untuk memberikan kesan eksklusif. 

Fasilitas pelengkap lainnya meliputi high ceiling dengan mezzanine di lantai dasar, lobi yang megah, rooftop lounge, private lift, serta basement parking eksklusif. 

Tiap unitnya dibangun setinggi 6,5 lantai (termasuk semi-basement) dan sudah dilengkapi fasilitas modern seperti AC cassette, IP CCTV, grease trap, dan filter air.

Untuk Oxford Square–YOSECA Loft menawarkan konsep ruang yang fleksibel melalui YOSECA (Your Own Style Expandable Commercial Area), sehingga desain ruangan dapat disesuaikan dengan keperluan bisnis masing-masing. 

Gaya desain yang diusung adalah modern klasik yang menampilkan fasad bata, logo "V" yang ikonik, double access yang terhubung langsung ke Pasar Modern, serta alfresco terrace. Unit berukuran besar (L5x17) ini terdiri dari empat lantai dan sudah dilengkapi AC di setiap lantai, CCTV, grease trap, serta filter air.

Hadirkan GrandLucky

Guna menyukseskan jalannya pengembangan di kawasan Victoria Central District, Paramount Land menggandeng GrandLucky Superstore untuk menjadi anchor tenant. 

Kehadiran jaringan ritel swalayan premium tersebut diharapkan mampu menstimulasi perkembangan kawasan komersial ini agar tumbuh menjadi kawasan mixed-use dengan jajaran tenant yang telah dikurasi secara khusus.

Chrissandy mengonfirmasi bahwa kerja sama yang terjalin antara Paramount Land dengan GrandLucky memiliki masa kontrak jangka panjang hingga lebih dari 10 tahun. 

Proses pembangunan superstore ini kini telah memasuki tahap perancangan desain dan diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027.

“Adanya anchor tenant ini merupakan upaya kami memastikan bahwa ruko yang akan dihadirkan di kawasan ini nantinya akan terisi,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, proyek pengembangan ini juga bakal memberikan insentif khusus bagi para pelaku usaha yang berniat membuka bisnis mereka di produk komersial Victoria Central District. 

Ia menerangkan kembali bahwa kawasan ini sengaja dipersiapkan sebagai destinasi komersial terpadu yang memadukan aktivitas bisnis, ritel, kuliner, lifestyle, serta komunitas, sehingga bukan sekadar menjadi deretan unit usaha biasa.

Masa penjualan resmi dimulai pada 23 Juni 2026 untuk produk Victoria Business Loft, sedangkan untuk Oxford Square–YOSECA Loft dibuka mulai tanggal 26 Juni hingga 27 Juli 2026. 

Tersedia beragam pilihan skema pembayaran seperti KPR, tunai bertahap, serta penawaran promo khusus berupa cicilan DP dan bebas biaya IPL (selama 24 bulan untuk Victoria dan 12 bulan untuk Oxford).

“Untuk Victoria Business Loft, kami menawarkan DP 15% dan skema pembayaran tunai bertahap hingga 36 kali. Dengan skema itu, angsurannya hanya Rp220 juta per bulan. Ini strategi kami memasarkan produk ini di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang,” terang Chrissandy, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan