Kemendag Targetkan Ekspor Baja Struktural ke Kanada Tembus Rp3,85 Miliar

ILUSTRASI, PT Trimitra Fabrikasi Engineering (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35:34 WIB

CILEGON – Kementerian Perdagangan secara resmi melepas pengiriman ekspor produk fabrikasi baja struktural yang diproduksi oleh PT Trimitra Fabrikasi Engineering (TFE) di Cilegon, Banten, pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi ekspor yang dilakukan perusahaan menuju Kanada dengan nilai total menyentuh USD216 ribu atau setara dengan Rp3,85 miliar khusus untuk periode Juni 2026.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, yang datang langsung ke area pabrik, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap capaian yang diraih PT TFE. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa industri dalam negeri mempunyai kemampuan menghasilkan produk manufaktur berdaya saing global yang mampu memenuhi standar internasional.

“Ekspor hari ini menunjukkan kemampuan PT TFE dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional dengan menjaga kualitas dan memenuhi standar global. Kemendag turut mendukung peningkatan kinerja ekspor produk-produk manufaktur bernilai tambah tinggi. Kami harap, pelepasan ekspor kali ini memotivasi lebih banyak pelaku usaha untuk semakin menggiatkan ekspor produk bernilai tambah,” kata Puntodewi dalam keterangan resmi pada Selasa (23/6), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Puntodewi juga memberikan penekanan bahwa fabrikasi baja struktural adalah produk manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi karena melewati proses rekayasa serta fabrikasi lanjutan. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional yang tengah berfokus pada penguatan daya saing sekaligus peningkatan kontribusi dari sektor manufaktur bagi nilai ekspor Indonesia.

Berdasarkan data pada periode Januari–April 2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia dilaporkan menyentuh angka USD87,74 miIiar, atau mengalami pertumbuhan sebesar 6,28 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. 

Sektor besi dan baja sendiri berhasil menyumbangkan nilai ekspor sebesar USD 9,61 miliar sepanjang periode tersebut.

“Khusus produk fabrikasi baja struktural, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD39,68 juta pada Januari–April 2026. Komoditas tersebut juga mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen dalam lima tahun terakhir (2021–2025),” jelas Puntodewi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk memberikan gambaran, sepanjang tahun 2025 yang lalu, akumulasi ekspor besi dan baja Indonesia berhasil menembus angka USD29,76 miliar dengan tren kenaikan mencapai 5,61 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. 

Momentum positif ini berhasil dimanfaatkan secara optimal oleh PT TFE, di mana sepanjang semester pertama tahun 2026 mereka telah mencatatkan nilai ekspor hingga USD4,51 juta atau setara Rp77,53 miliar ke sejumlah negara tujuan.

Demi menjaga keberlanjutan tren positif tersebut, Kemendag menegaskan akan terus memberikan dukungan berupa fasilitasi kepada para pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar mereka di kancah internasional.

“PT TFE juga telah kami fasilitasi untuk memperluas akses pasar ke kawasan Eropa dan Amerika pada Maret 2026 lalu. Kami menghubungkan PT TFE dengan perwakilan perdagangan RI di kedua kawasan untuk memperluas akses pasar dan menjajaki peluang kerja sama dengan calon buyer potensial,” pungkas Puntodewi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan