PT Timah Bagikan Dividen 50 Persen dari Laba Bersih
JAKARTA – Selasa 23 Juni 2026 menjadi batas waktu terakhir bagi para investor untuk bisa memperoleh dividen dari saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS) dengan nilai total menembus Rp 650 miliar. Hari ini disepakati sebagai cum dividen date untuk instrumen saham TINS.
Cum dividen date sendiri merupakan hari penutupan bagi investor yang ingin mendapatkan hak atas pembagian dividen sebuah saham. Investor berhak atas keuntungan tersebut apabila membeli saham paling lambat hari ini dan menyimpannya sampai hari pencatatan daftar pemegang saham (recording date).
Sepanjang tahun 2025, emiten pertambangan timah milik negara ini sukses membukukan capaian positif. Perolehan laba bersih perusahaan terpantau tumbuh sebesar 10,08% year on year (yoy) menjadi Rp 1,31 triliun dari nilai Rp 1,19 triliun pada tahun 2024.
Atas raihan performa tersebut, TINS bakal mendistribusikan dividen tunai sebesar Rp 656,8 billion kepada para pemegang saham, yang mana angka ini setara dengan 50% dari keseluruhan total laba bersih. Para investor yang memegang saham TINS akan mengantongi dana dividen senilai Rp 88,189 per lembar saham atau setara Rp 8.818,9 per lot sebelum dikenakan potongan pajak.
Langkah strategis ini diputuskan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada Jumat (12/6/2026). Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, menyampaikan bahwa dividen sebesar 50% dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
"Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja positif yang berhasil dibukukan Perseroan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari upaya Perseroan meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus berkembang," ujarnya, Jumat (12/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada sesi penutupan perdagangan Senin 22 Juni 2026, harga saham TINS bertengger di posisi Rp 3.750, menguat sebesar 260 poin atau naik 7,45% dalam skala harian. Mengacu pada harga penutupan tersebut, maka rasio yield dividen dari saham TINS berada pada kisaran 2,3%.
Di bawah ini merupakan rincian agenda lengkap penyaluran dividen saham TINS:
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 23 Juni 2026
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 24 Juni 2026
Cum Dividen (Pasar Tunai): 25 Juni 2026
Ex Dividen (Pasar Tunai): 26 Juni 2026
Recording Date / Daftar Pemegang Saham (DPS): 25 Juni 2026
Tanggal Pembayaran (Payment Date): 10 Juli 2026
Restu menambahkan bahwa selama periode tahun 2025, TINS mencatatkan pendapatan total mencapai Rp 11,55 triliun, atau terkerek naik sebesar 6,41% bila disandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang senilai Rp 10,86 triliun. Di sisi lain, laba usaha korporasi menyentuh Rp 1,91 triliun dengan perolehan EBITDA sebesar Rp 2,76 triliun.
Untuk aspek operasional, PT Timah melaporkan jumlah volume produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn serta total produksi logam timah sebanyak 17.815 metrik ton. Di saat yang sama, volume pemasaran dari logam timah berhasil terjual sebanyak 16.634 metrik ton.
"Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," terangnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.