Strategi INAF Kejar Efisiensi dan Turunkan Rugi Bersih 76,7 Persen
JAKARTA – PT Indofarma Tbk (INAF) tengah merancang berbagai strategi dalam rangka memulihkan performa bisnisnya pada tahun 2026. Perusahaan farmasi milik negara ini bakal menitikberatkan langkahnya pada efisiensi operasional pabrik, penataan kembali portofolio produk, serta memaksimalkan fungsi fasilitas manufaktur.
Langkah strategis ini meliputi penerapan lean manufacturing, penataan ulang porsi portofolio produk, hingga pemanfaatan fasilitas produksi secara maksimal, khususnya pada lini produk steril serta obat-obatan herbal.
Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi INAF untuk meningkatkan posisi tawar di pasar sekaligus menstimulasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, sebagaimana dilansir dari berita sumber "Ke depan, kami akan terus memperkuat daya saing melalui pengembangan portofolio produk, optimalisasi fasilitas produksi, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan penuturan Sahat, tahun 2025 merupakan momen konsolidasi bagi INAF. Aneka kebijakan efisiensi serta pengetatan pengeluaran operasional sudah mulai memperlihatkan hasil positif terhadap perbaikan kinerja jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun 2025, INAF mengantongi nilai penjualan bersih mencapai Rp 151,5 miliar. Walaupun rapor keuangan masih menunjukkan hasil minus, jumlah rugi bersih perseroan menyusut 76,7% menjadi Rp 77,9 miliar dari yang sebelumnya menyentuh Rp334,5 miliar pada tahun 2024.
Peningkatan performa ini dipicu oleh pangkasan beban umum dan administrasi hingga 55,2%, peningkatan efektivitas operasional, dan optimalisasi pos pendapatan lain-lain selama tahun lalu.
Melihat ke bagian neraca, situasi finansial INAF juga memperlihatkan tren positif. Nilai defisiensi modal menyusut ke angka Rp 707 miliar dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp1 ,144 triliun, sejalan dengan berkurangnya kewajiban jangka pendek hingga 58%.
Di samping itu, INAF membukukan kenaikan pada sektor penjualan ekspor sebesar 11,9% di tahun 2025. INAF pun sukses memotong ongkos operasional sampai 55,7% yang menjadi bagian dari program transformasi perusahaan.