IHSG Alami Pergerakan Terbatas, Simak Daftar Saham Berbasis Dolar AS

ILUSTRASI, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support di 5.809 dan resistance di 5.906 pada Senin, 29 Juni 2026. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 29 Juni 2026 | 13:12:22 WIB

JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal berjalan dalam rentang yang terbatas atau mendatar (sideways) pada sesi perdagangan Senin (29/6/2026). Dinamika ini membayangi indeks usai mencatatkan penurunan atau koreksi senilai 1,72 persen pada penutupan perdagangan hari Jumat pekan sebelumnya.

Herditya Wicaksana selaku Analis Teknikal MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa indeks acuan domestik ini bakal bergulir di antara level support 5.809 serta resistance 5.906. "Untuk Senin kami perkirakan pergerakan IHSG akan cenderung terbatas dengan support berada di 5.809 dan resistance berada di 5.906," ujar Herditya saat dihubungi, Minggu malam (28/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi psikologis pasar saat ini tengah disetir oleh fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS beserta aliran modal keluar-masuk dari investor asing di lantai bursa. 

Di samping itu, para pelaku pasar juga menaruh perhatian pada publikasi indikator ketenagakerjaan dari Amerika Serikat, termasuk angka Non-Farm Payrolls, yang berpotensi mendikte arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral global atau Federal Reserve.

Dari sisi domestik, atensi pemodal juga terarah pada strategi penghematan anggaran yang dicanangkan oleh pemerintah, terutama mengenai keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis. "Dengan sentimen yang dapat kami perkirakan, pertama, investor masih akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus pergerakan dana di pasar saham. Kedua, investor masih akan wait and see akan data tenaga kerja dan NFP AS. Tiga investor juga akan mencermati rencana efisiensi anggaran pemerintah," papar Herditya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna menghadapi aktivitas transaksi di pembukaan pekan ini, Herditya menyarankan para pemodal ritel untuk mengamati pergerakan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang dipatok pada target harga Rp 364-Rp 378. 

Pilihan lainnya jatuh pada emiten PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan sasaran harga Rp 3.170-Rp 3.410, serta PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang bertengger di rentang Rp 1.725-Rp 1.755.

Pada kesempatan terpisah, sederet analis pasar modal lainnya turut menyodorkan beberapa emiten yang ditengarai mampu mengukir performa bisnis yang kokoh di tengah momentum pelemahan nilai tukar rupiah.

Deretan saham tersebut di antaranya adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Raport keuangan dan operasional dari emiten-emiten tersebut dipandang lebih tangguh lantaran porsi pendapatan terbesar mereka dikantongi dalam denominasi mata uang dolar AS. 

Sementara itu, komponen biaya operasional internal dari perusahaan-perusahaan tersebut mayoritas masih dibayarkan dengan menggunakan mata uang rupiah.

Di bawah ini merupakan rangkuman saham-saham pilihan yang direkomendasikan dengan status beli:

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dipatok pada target harga Rp 11.200.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dipatok pada target harga Rp 6.300.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dipatok pada target harga Rp 3.500.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dipatok pada target harga Rp 34.200.

Reporter: Gemilang Ramadhan