Anak Usaha AKRA Kontrak Hyundai Industries untuk Proyek Kapal FSRU

ILUSTRASI, PT AKR Corporindo menunjuk Hyundai Industries untuk membangun kapal FSRU dengan nilai investasi Rp5,75 triliun. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 02 Juli 2026 | 10:49:21 WIB

JAKARTA - PT AKR Corporindo menunjuk Hyundai Industries untuk membangun kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Fasilitas kapal ini bakal digunakan demi menyokong lini bisnis gas alam cair (liquified natural gas atau LNG).

Langkah penunjukan terhadap perusahaan yang berbasis di Korea Selatan tersebut dieksekusi lewat PT Andalanesa Energi Primer (AEP). 

AEP sendiri merupakan entitas patungan yang diinisiasi oleh AKRA, PT Arthakencana Rayatama, bersama BW FSRU VII Pte Ltd. Dalam kepemilikan tersebut, AKRA menggenggam 49 persen saham AEP.

Kontrak kerja sama antara AEP dan Hyundai Industries resmi ditandatangani pada Selasa (30/6/2026). Nilai investasi untuk proyek pembuatan kapal FSRU ini menyentuh angka USD 319,69 juta atau setara Rp 5,75 triliun menggunakan proyeksi kurs Rp 18.000 per dolar AS.

Mekanisme pembayarannya bakal diselesaikan melalui enam fase sesuai kesepakatan dalam kontrak.

"Penyelesaian pembangunan dan penyerahan FSRU diperkirakan dilakukan pada pertengahan tahun 2029," kata Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo, Rabu (1/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Keputusan memilih Hyundai Industries sebagai produsen kapal FSRU didasari oleh reputasi perusahaan asal Dong-gu, Ulsan itu sebagai salah satu pemain utama di sektor industri alat berat sekaligus korporasi galangan kapal paling besar di skala global.

Melalui kerja sama ini, Hyundai Industries bakal menggarap satu unit kapal FSRU yang memiliki kapasitas daya tampung sebesar 170 ribu meter kubik. Unit armada kapal ini memegang peran krusial dalam menyokong operasional bisnis di sektor LNG.

Sebagai catatan, AKRA kian berkomitmen penuh dalam memperluas penetrasi ke bisnis LNG pasca mendirikan AEP sebagai pilar utamanya. Perusahaan patungan tersebut resmi dibentuk pada tanggal 26 Juni 2026.

Komposisi kepemilikan di tubuh AEP terdiri atas AKRA sebesar 49 persen, BW FSRU VII Pte Ltd sebesar 49 persen, serta PT Arthakencana Rayatama selaku pemegang saham pengendali AKRA sebesar 2 persen. Kondisi ini menempatkan AKRA sebagai pemegang kendali penuh atas operasional AEP.

AKRA sendiri telah mempunyai potensi pasar serapan gas yang kuat melalui area kawasan industri JIIPE yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. 

Dalam menjalankan proyek ini, perseroan berkolaborasi dengan BW Group yang bertindak sebagai mitra strategis global karena reputasi matangnya sebagai operator FSRU serta pemain di industri LNG dunia.

Reporter: Gemilang Ramadhan