Harga Minyak Merosot Seiring Meredanya Risiko Pasokan Teluk

ILUSTRASI, Harga minyak mentah turun seiring meredanya risiko pasokan di kawasan Teluk. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 02 Juli 2026 | 13:02:53 WIB

JAKARTA - Nilai minyak mentah mengalami kemerosotan pada hari Kamis disebabkan oleh para pelaku pasar yang terus memperkirakan berkurangnya risiko terhadap ketersediaan minyak mentah di kawasan Timur Tengah, yang mana prediksi pasokan yang kian positif terus menekan pasar meskipun situasi geopolitik yang tidak pasti masih membayangi.

Pada pukul 08:16, Futures Minyak Mentah WTI AS melemah 0,85% ke level $68,00 per barelnya. Di sisi lain, Futures Minyak Brent terpantau belum memulai aktivitas perdagangan mereka.

Pihak berwenang AS mengonfirmasi bahwa jalannya negosiasi dengan pihak Iran tengah menunjukkan tren yang positif, meskipun dialog tersebut baru memasuki tahapan awal, sehingga mampu meredam kekhawatiran akan munculnya ketegangan tiba-tiba yang berpotensi menyumbat laju ekspor minyak mentah dari daerah Teluk.

Pada saat yang bersamaan, aktivitas pengiriman minyak mentah yang melewati Selat Hormuz dilaporkan telah meningkat hingga melewati angka 10 juta barel per hari, memperkuat keyakinan pasar bahwa distribusi akan tetap berjalan lancar walaupun bayang-bayang ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya sirna.

Rasa optimis yang kian menebal bahwa kegiatan ekspor dari wilayah Teluk akan terus berjalan tanpa kendala secara konsisten memberikan tekanan terhadap pergerakan harga.

Arus komoditas hitam yang mengalir melalui Selat Hormuz dilaporkan membaik secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir, sementara berbagai jalur alternatif telah mendukung kembalinya volume ekspor dari jajaran negara produsen utama di wilayah tersebut, sekaligus mengikis kecemasan terkait potensi kemacetan pasokan dalam jangka panjang.

Di saat yang bersamaan, rilis data terbaru dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang menunjukkan volume produksi minyak mentah domestik berhasil menembus rekor tertinggi di angka 13,93 juta barel per hari pada April lalu kian memperkuat perkiraan pasar mengenai melimpahnya pasokan global.

Pihak ANZ menjabarkan bahwa prospek yang semakin terang terkait potensi tercapainya kesepakatan jangka panjang antara pihak Washington dan Teheran sukses meredakan kekhawatiran terkait pasokan, meskipun ketidakjelasan mengenai regulasi tata kelola Selat Hormuz ke depan tetap menjadi faktor penyokong fundamental bagi harga minyak mentah.

Walaupun pergerakan harga belakangan ini terlihat lesu, para pelaku pasar tetap memilih untuk waspada selama proses diplomasi ini terus bergulir.

Pasar saat ini tengah mengamati dengan cermat dinamika selanjutnya dari negosiasi AS-Iran, indikasi lanjutan mengenai pengiriman di kawasan Teluk, serta rilis data stok cadangan dan tingkat permintaan AS yang akan datang guna membaca arah pergerakan harga minyak secara lebih jelas.

Reporter: Gemilang Ramadhan