IHSG Menguat 0,92 Persen Saham Ini Ramai Dikoleksi Investor

ILUSTRASI, IHSG menguat 0,92 persen ke posisi 5.695,1 pada perdagangan Rabu (1/7/2026). (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 02 Juli 2026 | 13:02:53 WIB

JAKARTA – Pemodal ekspatriat membukukan aksi beli bersih (net buy) pada sederet saham kala indeks harga saham gabungan (IHSG) Rabu (1/7/2026), berakhir di zona hijau dengan kenaikan 51,92 poin (0,92%) menuju posisi 5.695,1, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Merujuk data Stockbit, saham BBCA menjadi buruan utama asing dengan nilai pembelian mencapai Rp 135,7 miliar. Menyusul di belakangnya, saham BRPT menorehkan net buy senilai Rp 66 miliar dan DSSA sebesar Rp 59,4 miliar.

Terdapat 10 saham dengan raihan net buy asing paling besar pada sesi perdagangan Rabu (1/7/2026):

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 135,7 miliar

PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 66 miliar

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp 59,4 miliar

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp 46 miliar

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp 20,1 miliar

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 19,7 miliar

PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp 16,8 miliar

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp 14,9 miliar

PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp 13,9 miliar

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): Rp 13,2 miliar

Di sisi lain, penanam modal asing mengantongi transaksi jual bersih (net sell) di keseluruhan pasar pada Rabu (1/7/2026) yang menyentuh angka Rp 577,8 billion.

Aksi net sell oleh investor asing di pasar reguler menyentuh nominal Rp 548,4 miliar. Sementara itu, catatan net sell di pasar negosiasi serta tunai berada di angka Rp 29,3 miliar.

Di tengah bergulirnya aksi para investor asing tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) Rabu (1/7/2026), menyudahi perdagangan dengan apresiasi sebesar 51,92 poin (0,92%) ke posisi 5.695,1.

Sementara itu, akumulasi nilai transaksi di lantai bursa menyentuh Rp 10,25 triliun. Sebanyak 391 saham bergerak naik, lalu 263 saham terpangkas, dan 305 saham tidak bergerak atau stagnan.

Adapun volume perdagangan tercatat sebanyak 17 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1.539 juta kali.

Reporter: Gemilang Ramadhan