PELNI Optimalkan Layanan Logistik Maritim untuk Pasokan Energi

ILUSTRASI, Kapal PELNI mengangkut batu bara sebagai bahan bakar utama PLTU di berbagai wilayah Indonesia. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 03 Juli 2026 | 11:27:51 WIB

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memperkokoh perannya dalam mendukung ketahanan energi di Indonesia. Langkah ini diwujudkan lewat pengembangan layanan logistik muatan komersial, salah satunya melalui pengiriman komoditas batu bara yang menjadi bahan bakar utama bagi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan bahwa optimalisasi pada divisi logistik maritim ini merupakan bagian krusial dari strategi transformasi bisnis perusahaan demi memperkuat jaringan distribusi berbagai komoditas penting di Indonesia.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Selain melayani transportasi penumpang, PELNI terus mengembangkan layanan logistik sebagai salah satu pilar bisnis perusahaan. Melalui layanan usaha barang komersial, kami berkomitmen menghadirkan distribusi logistik yang aman, tepat waktu, dan andal guna mendukung kebutuhan berbagai sektor strategis nasional, termasuk pasokan energi bagi pembangkit listrik," ujar Budi dalam keterangan resmi, dikutip, Kamis (2/7/2026).

Pada paruh pertama tahun 2026, perusahaan BUMN di bidang pelayaran ini membukukan realisasi pengapalan batu bara mencapai 335.415 metrik ton (MT) guna memenuhi kebutuhan sejumlah PLTU yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, hingga Papua.

Aktivitas pengiriman yang intensif tersebut dijalankan untuk memastikan pasokan bahan bakar utama bagi sektor listrik nasional tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Layanan pengiriman batu bara saat ini dijadikan sebagai salah satu fokus utama dalam portofolio bisnis pengangkutan barang komersial di bawah manajemen PELNI. 

Faktor ketepatan waktu serta keandalan dalam rantai pasok menjadi hal yang sangat penting agar kegiatan operasional pembangkit listrik tidak mengalami kendala, sehingga distribusi setrum untuk masyarakat dan dunia industri dapat terus berjalan lancar.

Sepanjang semester pertama 2026, PELNI juga terus menjaga kualitas layanannya dengan mempertahankan tingkat ketepatan waktu pengiriman (on-time delivery) secara konsisten. 

Performa operasional yang mumpuni ini didukung oleh penerapan budaya keselamatan kerja yang ketat (safety first) serta capaian nihil kecelakaan (zero accident) pada seluruh aktivitas di lapangan.

Hasil operasional yang impresif ini memicu kenaikan tajam pada volume pengapalan batu bara perusahaan yang melesat hingga 505,11 persen bila disandingkan dengan perolehan pada masa yang sama di tahun lalu.

Budi berpendapat bahwa lompatan performa ini menunjukkan besarnya kepercayaan para mitra bisnis terhadap kompetensi logistik laut yang dimiliki PELNI. 

Di samping itu, pencapaian ini menegaskan posisi perseroan sebagai mitra strategis bagi pemerintah dalam mengawal kelancaran distribusi komoditas utama di Tanah Air.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pertumbuhan volume pengangkutan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik maritim. Ke depan, PELNI akan terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga keandalan layanan, serta memperluas kontribusi dalam mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," tuturnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan