PLN Amankan Tambahan 16,8 Juta Ton Batu Bara hingga Akhir 2026

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (Sumber Gambar : detik.com)
Jumat, 03 Juli 2026 | 11:27:51 WIB

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berhasil menjamin ketersediaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sampai akhir tahun ini. Perusahaan bakal mendapat pasokan ekstra untuk batu bara berkalori menengah-atas yang sempat mengalami kekurangan, hingga sempat memicu terjadinya pemadaman bergilir.

PLN menyatakan terdapat tambahan alokasi batu bara berkalori 4.500 kkal/kg dengan total mencapai 16,8 juta ton. Batu bara kalori menengah tersebut bakal didistribusikan secara bertahap menuju PLTU hingga Desember 2026.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "1,8 juta ton untuk suplai Juli, dan 3 juta ton per bulan dari Agustus hingga Desember," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

"Tentu saja dengan adanya (pasokan tambahan) ini, kendala penyediaan energi listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa, ini menjadi terkoreksi dan pemadaman bergilir berhasil diselesaikan dengan baik," tambahnya.

Darmawan menerangkan secara lebih mendalam bahwa pasokan ekstra sebesar 1,8 juta ton di luar kontrak reguler disalurkan demi memenuhi keperluan pada bulan Juli. 

Sementara itu, sisa volume tambahan sebesar 3 juta ton per bulan dialokasikan untuk rentang waktu Agustus hingga Desember.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Dengan adanya tambahan batu bara berkalori 4.500 ke atas, sistem kelistrikan di Jawa yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman bergilir kini menjadi jauh lebih andal,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa kendala pasokan listrik yang sempat terjadi di wilayah Jawa sebelumnya dipicu oleh tipisnya cadangan batu bara dengan spesifikasi kalori tinggi yang dibutuhkan oleh pembangkit. 

Di samping itu, kendala ini kian diperberat oleh kondisi pasar domestik, yang mana output batu bara nasional saat ini didominasi oleh jenis kalori rendah, sedangkan volume produksi untuk batu bara berkalori sedang dan tinggi terus mengalami penurunan.

Kondisi pasokan yang tidak seimbang inilah yang melandasi PLN untuk mengajukan permohonan tambahan pasokan batu bara berkalori minimal 4.500 kkal/kg kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemerintah selanjutnya menanggapi pengajuan tersebut lewat penerbitan instruksi penugasan khusus kepada pihak produsen.

PLN menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat Kementerian ESDM dalam menjembatani kebutuhan pasokan darurat ini. 

Pihak produsen batu bara pun menegaskan bahwa realisasi kontrak untuk pengapalan bulan Juli sudah berjalan, sedangkan sistem penugasan untuk bulan-bulan tersisa hingga akhir tahun telah selesai dimatangkan.

Reporter: Gemilang Ramadhan