WIKA Beton Suplai Material Proyek Terminal Kalibaru Senilai 153 Miliar
JAKARTA – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) berpartisipasi dalam proyek pembangunan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal One (NPCT 1). Partisipasi ini diwujudkan melalui penyediaan material konstruksi untuk proyek tersebut.
Sebagai kawasan pelabuhan dengan kapasitas bongkar muat yang terus meningkat, mobilitas kargo bertonase besar di Terminal Kalibaru memerlukan infrastruktur penghubung yang terintegrasi.
Proyek yang merupakan bagian dari New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelindo (Persero) ini dirancang untuk menghubungkan terminal secara langsung dengan jaringan Jalan Tol Cibitung-Cilincing dan diproyeksikan beroperasi pada 2027.
WIKA Beton menyediakan berbagai produk material, mulai dari tiang pancang, balok jembatan, half slab, hingga ready mix. Pemenuhan prasarana darat dan laut ini memiliki nilai total Rp153 miliar yang terbagi ke dalam dua paket kontrak, yakni NPEA-1 sebesar Rp85 miliar dan NPEA-2 senilai Rp68 miliar.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton, Kuntjara menyatakan bahwa durabilitas infrastruktur merupakan kunci utama kelancaran lalu lintas kendaraan berat di pesisir Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa spesifikasi ketat proyek NPEA sejalan dengan komitmen keandalan mutu perusahaan.
“Mengingat jalur logistik ini akan dilintasi kendaraan berat secara terus-menerus, standar kualitas tinggi pada seluruh produk WIKA Beton akan memastikan prasarana ini memiliki durabilitas jangka panjang,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).
Guna menjaga ritme pembangunan di lapangan, perseroan memastikan manajemen distribusi material dikelola secara terukur. Kelancaran distribusi produk dilakukan melalui optimalisasi fasilitas Batching Plant Ancol serta dukungan operasional dari pabrik Bogor.
Ketersediaan material yang andal dalam proyek ini diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi kinerja finansial perusahaan, tetapi juga memperkuat ekosistem Danantara dan BUMN serta daya saing logistik nasional.