Strategi Krakatau Steel Genjot Ekspor Baja di Semester Kedua 2026

ILUSTRASI, PT Krakatau Steel optimistis ekspor baja tetap prospektif meski menghadapi tantangan proteksionisme global. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 11:35:32 WIB

JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) memandang peluang ekspor baja tetap cukup prospektif pada semester II/2026, meski dihadapkan dengan tantangan proteksionisme serta meningkatnya standar emisi di tingkat global. Perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi hambatan tersebut.

Corporate Secretary KRAS, Rachman Hidayat, mengungkapkan bahwa tantangan utama ekspor baja pada paruh kedua tahun 2026 adalah penguatan kebijakan perlindungan perdagangan di berbagai negara. 

Ia menjelaskan, sejumlah negara kini semakin memperketat instrumen pengamanan untuk melindungi industri domestik dari serbuan produk impor berharga murah, terutama yang berasal dari negara dengan kapasitas produksi masif seperti China.

Menurutnya, kebijakan seperti safeguard, anti-dumping, dan pengawasan impor semakin lazim diterapkan di pasar internasional. Sementara itu, negara-negara Eropa memberlakukan standar emisi lebih ketat melalui Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), yang membatasi akses pasar hanya bagi produk baja dengan emisi rendah. "Selain CBAM, Eropa juga menerapkan Tariff Rate Quota (TRQ) yang semakin memperkuat sistem pengamanan perdagangan," kata Rachman kepada Bisnis, sebagaimana dilansir dari berita sumber, Minggu (5/7/2026).

Di tengah dinamika tersebut, ia menilai kinerja ekspor pada semester kedua akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari harga baja global, nilai tukar, biaya bahan baku, biaya logistik, hingga permintaan dari sektor manufaktur dan konstruksi dunia. Kebijakan dagang di negara tujuan juga menjadi penentu krusial.

Guna merespons kondisi tersebut, KRAS akan menerapkan pendekatan yang lebih selektif terhadap pasar tujuan. “Kami akan memprioritaskan negara tujuan yang memiliki permintaan stabil, risiko perdagangan yang terkendali, dan memberikan margin yang sehat bagi perusahaan,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk memacu ekspor, KRAS fokus memperkuat pasar yang sudah ada serta menjajaki peluang di negara baru. 

Perseroan juga terus mengoptimalkan produk baja berdaya saing tinggi, memperkuat kemitraan dagang, menjaga keandalan pasokan, serta memastikan pemenuhan standar kualitas di negara tujuan.

Rachman menambahkan, ekspor tetap menjadi pilar strategis pertumbuhan perusahaan tahun ini. Seiring target peningkatan produksi sebesar 38% pada 2026, KRAS membidik kontribusi ekspor sekitar 10% hingga 15% dari target pendapatan konsolidasi senilai US$1,6 miliar. 

Peningkatan ini ditujukan untuk memperluas penetrasi pasar, mengoptimalkan kapasitas produksi, dan menyeimbangkan portofolio penjualan domestik serta internasional.

“Ekspor menjadi salah satu pilar strategi perseroan untuk memperluas penetrasi pasar, mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi, serta menciptakan portofolio penjualan yang lebih seimbang antara pasar domestik dan internasional,” ujar Rachman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan