BTN Pacu Transaksi Bale Korpora, Incar 30 Ribu Perusahaan di 2026

ILUSTRASI, PT Bank Tabungan Negara (BTN) memperkuat layanan digital Bale Korpora untuk mendukung transaksi korporasi. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 13:15:54 WIB

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus memperkokoh layanan digital pada segmen wholesale demi mendorong bisnis korporasi. Hingga Mei 2026, platform Bale Korpora mencatatkan nilai transaksi senilai Rp153 triliun, atau mengalami lonjakan 81 persen secara tahunan, sejalan dengan tingginya adopsi layanan digital oleh nasabah korporasi.

Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, mengungkapkan bahwa selain pertumbuhan nilai transaksi yang pesat, jumlah perusahaan yang menggunakan Bale Korpora juga meningkat signifikan. 

Sampai dengan Mei 2026, platform ini telah digunakan oleh lebih dari 25.000 perusahaan, atau naik 32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi digital di kalangan nasabah korporasi BTN, sekaligus menegaskan Bale Korpora sebagai salah satu kanal utama dalam pengelolaan transaksi keuangan perusahaan secara lebih efisien dan terintegrasi," ujar Helmy, Jumat (3/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Helmy, Bale Korpora tidak sekadar berfungsi sebagai platform transaksi digital, tetapi juga memainkan peran strategis dalam memperkuat struktur pendanaan bank. 

Peningkatan dana murah (CASA) yang berhasil dihimpun melalui platform tersebut memberi ruang bagi BTN untuk menawarkan suku bunga kredit yang lebih kompetitif sekaligus menjaga margin tetap sehat.

"Dengan basis dana murah yang semakin kuat, Bale Korpora menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong ekspansi kredit korporasi maupun komersial," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menambahkan, prospek pembiayaan korporasi masih dinilai menjanjikan, terutama pada sektor-sektor yang berkaitan dengan properti (property-related industries) yang selama ini menjadi kekuatan utama BTN. Selain itu, peluang juga terbuka lebar di berbagai sektor strategis lain yang terhubung dengan ekosistem bisnis nasabah.

Melihat tren pertumbuhan tersebut, BTN membidik jumlah pengguna Bale Korpora mencapai sekitar 30.000 perusahaan hingga akhir 2026. 

Sementara dari sisi transaksi, perseroan menargetkan volume transaksi Bale Korpora meningkat sekitar 20 persen hingga 25 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2025.

"Target ini mencerminkan optimisme BTN terhadap semakin meningkatnya kebutuhan korporasi akan layanan cash management digital yang terintegrasi, efisien, dan real time," ujar Helmy, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk meraih target tersebut, BTN akan memperkuat akuisisi pengguna baru sekaligus meningkatkan pemanfaatan Bale Korpora oleh nasabah eksisting. 

Perseroan juga akan memperluas penetrasi layanan digital agar semakin banyak perusahaan menjadikan Bale Korpora sebagai platform utama dalam mengelola transaksi keuangan mereka.

Di samping itu, BTN mengandalkan pendekatan ecosystem-centric, yakni mengembangkan hubungan bisnis secara menyeluruh dari rantai industri hulu hingga hilir, termasuk berbagai bisnis turunan di segmen wholesale maupun ritel. 

Ke depan, Bale Korpora akan terus dikembangkan menjadi platform terpadu untuk berbagai kebutuhan wholesale banking

Layanan tersebut tidak hanya melayani cash management, tetapi juga mencakup trade finance, supply chain financing, bank garansi, hingga transaksi treasury seperti foreign exchange (FX).

"Dengan pengembangan tersebut, Bale Korpora diharapkan menjadi one-stop wholesale banking platform yang mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan korporasi secara lebih terintegrasi dan efisien," imbuh Helmy, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan